TOPIK
Dokter Residen Meninggal
-
Mantan Kaprodi Anestesiologi Undip Semarang divonis hukuman empat tahun penjara. Terbukti memeras mahasiswa PPDS Undip, termasuk dokter Aulia Risma.
-
Mantan Kaprodi PPDS Anestesi Undip Semarang divonis 2 tahun penjara, terbukti peras dokter Aulia Risma.
-
Makian dan hukuman berdiri satu jam pernah dialami dokter Aulia Risma Lestari dari seniornya saat menjalani program PPDS Undip Semarang.
-
Dia menyebutkan, terdakwa Zara pernah pula mengintimidasi dan menghukum dengan memakai ancaman psikologis dan kata-kata kasar.
-
Sandhy melanjutkan, dana miliaran rupiah itu berasal dari para residen lintas angkatan sejak tahun 2018-2023.
-
Polda Jateng menyerahkan tiga tersangka kasus dugaan pemerasan PPDS Undip ke kejaksaan. Kasus segera disidangkan.
-
Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah atau Kejati Jateng menyatakan berkas lengkap atau P21 terhadap berkas kasus pemerasan dan dugaan bullying.
-
Satu dari tiga tersangka kasus pemerasan program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang lulus.
-
Penyidik Polda Jateng mengirim lagi berkas perkara kasus dugaan pemerasan dokter Aulia Risma yang telah dilengkapi, ke Kejati Jateng.
-
Berkas kasus pemerasan di PPDS Anestesi Undip Semarang telah masuk ke kejaksaan. Pendaftaran sidang dilakukan setelah dinyatakan lengkap.
-
Keluarga dokter Aulia Risma Lestari meminta polisi turut memeriksa dekan dan rektor Undip. Mereka dinilai melakukan pembiaran pemerasan.
-
Ketua Prodi Anestesiologi Fakultas Kedokteran Undip Semarang sakit-sakitan saat menjalani pemeriksaan kasus dugaan pemerasan dokter Aulia.
-
Polisi memeriksa tiga tersangka kasus pemerasan terhadap dr Aulia Risma Lestari, mahasiswi PPDS Anestesi Undip Semarang. Satu tersangka mangkir.
-
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memiliki pendapat berbeda dengan Polda Jateng soal penetapan tiga tersangka kasus dokter residen Aulia Risma.
-
Sebulan lebih sejak dilaporkan, Polda Jateng belum menetapkan tersangka kasus pemerasan dokter Aulia Risma, mahasiswi PPDS Undip Semarang.
-
Dekan FK Undip Semarang dr Yan Wisnu Prajoko turut diperiksa dalam kasus pemerasan yang dialami dokter Aulia Risma Aulia, mahasiswi PPDS Undip.
-
Penyidik Polda Jateng menunda menetapkan tersangka dalam kasus pemerasan terhadap dokter Aulia Risma, mahasiswi PPDS Anestesi Undip Semarang.
-
Polda Jateng menggunakan hasil investigasi Kemenkes sebagai barang bukti kasus perundungan di PPDS Undip. Sebanyak 46 saksi telah diperiksa.
-
IDI memberi pendampingan hukum kepada lima dokter senior yang dipanggil polisi terkait kematian dokter Aulia Risma, mahasiswa PPDS Undip Semarang.
-
Pengacara keluarga dokter Aulia Risma Lestari meminta kaprodi PPDS Anestesi Undip bertanggung jawab atas perundungan yang terjadi di PPDS.
-
Polisi memeriksa lima dokter senior dalam kasus dugaan perundungan dan pemerasan mahasiswa PPDS Undip, dr Aulia Risma Lestari.
-
Ibunda dr Aulia Risma Lestari mengatakan, iuran Rp20 juta-Rp40 juta tak hanya terjadi di semester pertama tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.
-
Ibu dr Aulia Risma Lestari mengungkap kecewa atas sikap Undip atas perundungan yang dialami putrinya saat menjadi mahasiswa PPDS Anestesi.
-
Penyidik Polda Jateng memeriksa 34 saksi terkait kasus dugaan pemerasaan kepada mahasiswa PPDS Anestesi Undip Semarang, dr Aulia Risma Lestari.
-
FK Undip Semarang telah membatasi iuran mahasiswa PPDS maksimal Rp300 ribu per orang. Kenapa iuran di PPDS Anestesi masih mencapai Rp40 juta?
-
Pernyataan Undip dan RSUP Kariadi bisa menjadi petunjuk penyidik untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam sekaligus mempermudah proses pembuktian..
-
Kuasa hukum keluarga mendiang dr Aulia Risma Lestari, Misyal Achmad mengapresiasi pengakuan baik Undip maupun RSUP Kariadi Semarang.
-
Perundungan dilakukan secara fisik maupun nonfisik, misalnya melalui sistem jam kerja hingga adanya kewajiban iuran.
-
Ia mengatakan, perundungan memang menimpa dr Aulia Risma Lestari. Pihaknya meminta Undip dan RSUP Kariadi mengakui hal tersebut.
-
Dekan FK Undip Semarang Yan Wisnu Prajoko mengatakan, praktik perundungan terjadi secara sistematik dan kultural. Dia pun berupaya mengatai lewat SE.