Dokter Residen Meninggal

Dekan FK Undip Semarang Ikut Diperiksa Polisi Soal Pemerasan Dokter Aulia Risma, Total Ada 48 Saksi

Dekan FK Undip Semarang dr Yan Wisnu Prajoko turut diperiksa dalam kasus pemerasan yang dialami dokter Aulia Risma Aulia, mahasiswi PPDS Undip.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Dekan FK Undip dr Yan Wisnu Prajoko memberi keterangan kepada wartawan seusai konferensi pers di Gedung A Fakultas Kedokteran Undip, Kota Semarang, Jumat (13/9/2024). Dekan FK Undip Yan Wisnu merupakan satu dari 48 saksi yang diperiksa penyidik Polda Jateng dalam kasus pemerasan yang dialami dokter Aulia Risma. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Undip dr Yan Wisnu Prajoko turut diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang dialami dr Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip Semarang.

Secara keseluruhan, Polda Jawa Tengah telah memeriksa 48 saksi.

Selain Dekan FK Undip, saksi yang diperiksa merupakan saksi ahli, dokter junior, serta senior dokter Aulia Risma.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengungkapkan, pemeriksaan saksi-saksi ini penting untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus PPDS Undip.

"Ada 48 orang diperiksa. Untuk saksi, kami lengkap. Semua saksi ini berkaitan dengan kasus PPDS," ujar Artanto saat ditemui di Mapolda Jateng, Selasa (15/10/2024).

Artanto pun membenarkan jika satu di antara saksi yang diperiksa adalah Dekan FK Undip dr Yan Wisnu Prajoko.

"Iya," jawab Artanto singkat.

Penetapan Tersangka Ditunda

Artanto mengatakan, sebenarnya, penyidik telah mengantongi calon tersangka dalam kasus pemerasan terhadap dokter Aulia Risma.

Baca juga: Sudah Sebulan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Pemerasan Dokter Aulia Risma. Ini Alasan Polisi

Hanya saja, penetapan tersangka yang sedianya diumumkan, ditunda.

Hal ini dilakukan setelah penyidik Polda Jateng melakukan gelar perkara bersama perwakilan Mabes Polri, Selasa.

Artanto mengatakan, penundaan penetapan tersangka ini dilakukan karena perlunya pendalaman terhadap saksi tambahan.

"Jadi, sampai saat ini, masih ada upaya dari penyidik untuk melakukan pendalaman kembali terhadap hasil gelar perkara untuk menetapkan siapa tersangkanya," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, di Mapolda Jateng, Selasa.

Artanto mengungkapkan, penyidik perlu berhati-hati dalam proses penetapan tersangka, sesuai masukan dari perwakilan Mabes Polri.

"(kapan penetapan tersangka?) penyidik punya kewajiban moral untuk mempercepat kasus ini dengan proses kehati-hatian," sambung Artanto.

Hanya Satu Laporan yang Ditindaklanjuti

Artanto mengatakan, dari tiga laporan yang dibuat keluarga dokter Aulia Risma, polisi hanya meloloskan satu kasus yang memenuhi unsur pidana, yaitu pemerasan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved