Jumat, 1 Mei 2026

Cilacap

Bukan Kroya, Pemerintah Prioritaskan Proyek Flyover Randegan Mulai 2028

Pemerintah pusat prioritaskan pembangunan Flyover Randegan mulai 2028 dengan skema KPBU. Sejumlah BUMN karya siap dilibatkan dalam proyek ini.

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
TITIK PEMBANGUNAN FLYOVER - Sejumlah kendaraan melintas di perlintasan sebidang Randegan, Sampang, yang dipastikan akan dibangun flyover mulai tahun 2028 oleh BUMN. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah mengalihkan prioritas pembangunan infrastruktur di Cilacap ke Flyover Randegan, Sampang, yang dijadwalkan mulai 2028.
  • Proyek ini akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan berpotensi melibatkan BUMN seperti Adhi Karya dan Waskita Karya.
  • Dinas Perhubungan Cilacap memastikan rencana ini sudah melalui pembahasan dengan Dirjen Perkeretaapian, sementara Flyover Kroya harus tertunda.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Peta prioritas pembangunan infrastruktur pengurai kemacetan di Kabupaten Cilacap mengalami perubahan.

Pemerintah pusat kini membidik wilayah Randegan, Kecamatan Sampang, sebagai lokasi prioritas pembangunan flyover terbaru.

Kepastian ini muncul di tengah tertundanya rencana pembangunan flyover di Kecamatan Kroya.

Baca juga: 3 Fakta Nasib Flyover Kroya Cilacap yang Batal Dibangun 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cilacap mengonfirmasi bahwa proyek di Randegan memiliki jadwal realisasi yang lebih jelas dibandingkan lokasi lainnya.

Prioritas Tahun 2028

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Djasun, menjelaskan bahwa berdasarkan koordinasi terbaru dengan pemerintah pusat, lampu hijau justru menyala untuk wilayah Sampang.

“Insya Allah di Randegan, berdasarkan hasil zoom dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian, tahun 2028 mulai dibangun,” ungkap Djasun.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan urgensi di jalur lintas selatan yang menghubungkan simpul-simpul ekonomi vital di Cilacap.

Gaet Kontraktor BUMN

Berbeda dengan proyek konvensional, pembangunan Flyover Randegan rencananya akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Skema ini memungkinkan percepatan pembangunan di tengah keterbatasan APBN.

Djasun menyebutkan, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi diproyeksikan akan terjun langsung menggarap proyek ini.

“Nantinya berpotensi dikerjakan oleh sejumlah BUMN konstruksi, seperti Adhi Karya, Waskita Karya, maupun badan usaha lainnya,” jelasnya.

Keterlibatan kontraktor pelat merah ini diharapkan dapat menjamin kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan proyek strategis tersebut.

Kroya Harap Bersabar

Sementara itu, nasib pembangunan flyover di perempatan Kroya harus mengalah untuk sementara waktu.

Djasun mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama mengapa Kroya belum bisa dieksekusi tahun ini.

“Yang fix sementara itu (Randegan), mudah-mudahan tidak ada perubahan, karena kondisi perekonomian Indonesia sekarang memang sedang seperti ini,” pungkasnya.

Meski demikian, kondisi kemacetan di Kroya yang kerap mengular hingga 30 menit saat kereta melintas tetap menjadi catatan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk dicarikan solusi jangka pendek. (ray)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved