Selasa, 28 April 2026

Cilacap

Ramai Isu El Nino Godzilla Landa Cilacap, Ini Penjelasan Resmi BMKG

BMKG Cilacap memastikan isu "El Nino Godzilla" yang meresahkan warga belum terjadi. Saat ini iklim global masih berada di fase ENSO netral.

Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
PANTAU CUACA CILACAP - Petugas Pusat Pengendalian Operasi sedang fokus memantau kondisi cuaca di layar monitor. BMKG Cilacap memastikan isu kemarau ekstrem bernama “El Nino Godzilla” belum terjadi, namun masyarakat tetap diminta waspada, Rabu (15/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Cilacap waswas dengan beredarnya isu fenomena kemarau panjang El Nino Godzilla.
  • BMKG Cilacap menegaskan istilah "Godzilla" tidak resmi dalam klimatologi, hanya sebutan awam untuk super El Nino.
  • Kondisi iklim global saat ini dipastikan masih berada pada fase ENSO netral.
  • Terdapat peluang 55 persen cuaca akan menuju fase El Nino lemah hingga moderat mulai pertengahan tahun.
  • BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada menyikapi isu yang beredar.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Isu “El Nino Godzilla” yang disebut-sebut bakal memicu kemarau panjang dan suhu ekstrem belakangan ini mulai bikin warga di Kabupaten Cilacap merasa waswas.

Fenomena ini ramai diperbincangkan di tengah masyarakat karena dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada penurunan intensitas curah hujan dan memicu kekeringan panjang di sejumlah wilayah, termasuk Cilacap.

Bantahan Istilah Godzilla

Baca juga: Dampak Kesehatan yang Perlu Diantisipasi saat Cuaca Kering karena El Nino

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas menyatakan bahwa istilah “Godzilla” bukanlah istilah resmi yang dipakai dalam dunia klimatologi.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, meminta masyarakat agar memahami fenomena cuaca ini secara ilmiah melalui konsep ENSO.

“ENSO adalah fenomena iklim global di Samudra Pasifik tropis yang memengaruhi pola curah hujan dan cuaca di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan Cilacap,” ujar Teguh memberikan keterangan, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan lebih jauh bahwa ENSO memiliki tiga fase utama yang memengaruhinya, yakni fase El Nino, La Nina, dan Netral.

Masing-masing dari fase tersebut membawa dampak yang sangat berbeda terhadap kondisi cuaca.

“Di Indonesia, El Nino biasanya menyebabkan curah hujan berkurang atau kekeringan, sedangkan La Nina meningkatkan curah hujan dan berpotensi banjir,” jelasnya.

Pahami Fase Cuaca

Teguh kemudian memaparkan, fase El Nino terjadi akibat adanya pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah yang pada akhirnya memicu perubahan drastis pada pola cuaca global.

“El Nino ditandai anomali suhu permukaan laut yang lebih panas dari normal di wilayah Ekuator Pasifik Tengah,” ungkapnya.

Sebaliknya, fenomena La Nina merupakan kondisi kebalikan, yakni dengan catatan suhu permukaan laut yang jauh lebih dingin dari rata-rata normal.

“La Nina ditandai anomali suhu permukaan laut negatif dan umumnya meningkatkan curah hujan di Indonesia,” lanjutnya menguraikan.

Ia juga menambahkan bahwa kekuatan El Nino sendiri senantiasa dibagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari kategori lemah hingga sangat kuat, berdasarkan tingkat fluktuasi kenaikan suhu permukaan laut.

“Disebut sangat kuat jika anomali suhu mencapai lebih dari 2 derajat Celcius,” paparnya.

Status Cuaca Sekarang

Terkait hebohnya isu “El Nino Godzilla” di tengah masyarakat luas, Teguh kembali menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem seperti itu sama sekali belum terjadi pada tahun ini.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved