Minggu, 31 Mei 2026

Cilacap

Bisa Lewat ShopeePay, Bapenda Cilacap Kejar Target Pajak Rp523 Miliar

Pemkab Cilacap kejar target pajak Rp523 miliar di 2026 lewat opsi bayar via QRIS dan ShopeePay agar warga tak antre di bank.

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
KONTRIBUSI PAJAK DAERAH - Suasana potret aktivitas ekonomi masyarakat di pusat Kota Cilacap yang menjadi urat nadi perputaran uang sekaligus berkontribusi langsung terhadap kelancaran penerimaan pajak daerah, Sabtu (30/5/2026). Guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan, Pemkab Cilacap menargetkan penerimaan pajak daerah pada tahun 2026 tembus angka Rp523 miliar melalui optimalisasi inovasi kemudahan transaksi digital bagi wajib pajak. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Cilacap menargetkan penerimaan pajak daerah Rp523 miliar pada 2026, naik 6,7 persen dari tahun lalu. 
  • Hingga Mei 2026, Bapenda mencatat realisasi telah mencapai Rp186 miliar. 
  • Guna memaksimalkan capaian, pembayaran pajak kini dipermudah lewat platform digital seperti Tokopedia, ShopeePay, dan QRIS. 
  • Sektor andalan penopang pajak ini meliputi PBB-P2, Pajak Listrik, hingga opsen Pajak Kendaraan Bermotor.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Di tengah bergulirnya upaya untuk terus mempercepat program pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Cilacap kini menargetkan agar penerimaan pajak daerah bisa menyentuh angka fantastis Rp 523 miliar pada perputaran tahun 2026. Capaian ini diupayakan dengan mengandalkan inovasi layanan berbasis digital serta optimalisasi berbagai sektor pajak yang dirasa sangat potensial.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cilacap, Luhur Satrio Muchsin, memaparkan bahwa penerimaan pajak daerah menjadi salah satu instrumen sumber paling penting dalam pembiayaan roda pembangunan. Oleh karena itu, berbagai strategi konkret terus dilakukan oleh jajarannya guna mendongkrak capaian pendapatan daerah tersebut secara signifikan.

"Target pajak daerah tahun 2026 sebesar Rp 523 miliar, meningkat sekitar 6,7 persen atau lebih dari Rp 30 miliar dibanding tahun sebelumnya," ujar Luhur membeberkan angka target pemkab.

Baca juga: Ribuan Sumur Minyak Rakyat Blora Resmi Dilegalkan, Pemkab Kaji Formulasi Sumbangan PAD

Luhur menjelaskan lebih lanjut, rekam jejak hingga pengujung bulan Mei 2026 ini menunjukkan realisasi penerimaan pajak daerah telah mantap mencapai nominal sekitar Rp 186 miliar. Raihan ini setara dengan lebih dari 30 persen jika dikalkulasikan dari total target yang ditetapkan untuk tahun ini.

"Sampai hari ini di bulan Mei, realisasinya sudah Rp 186 miliar atau lebih dari 30 persen dari target," katanya merinci progres keuangan.

Demi bisa mulus mengejar target ratusan miliar tersebut, instansi Bapenda Cilacap terus menggenjot strategi intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak. Langkah taktis ini diwujudkan dengan memperkuat lini pendataan sekaligus memperluas jaring potensi objek pajak baru di berbagai sektor yang ada.

"Kami terus melakukan berbagai langkah agar potensi pajak daerah dapat tergali secara maksimal dan penerimaannya semakin optimal," ungkap Luhur.

Di samping giatnya penertiban data di lapangan, Bapenda Cilacap juga turut fokus untuk memperkuat transformasi layanan digital daerah. Terobosan ini dieksekusi dengan menghadirkan beragam pilihan kemudahan metode pembayaran pajak yang sifatnya jauh lebih praktis dan mudah dijangkau oleh jari masyarakat luas.

"Wajib pajak sekarang bisa membayar melalui berbagai platform seperti Tokopedia, ShopeePay hingga QRIS sehingga tidak perlu lagi mengantre di kasir bank," jelasnya menjabarkan inovasi layanan.

Menurut kacamata Luhur, aneka kemudahan transaksi berbasis digital ini sangat diharapkan mampu mendongkrak level kepatuhan para wajib pajak, sekaligus mempercepat durasi proses pembayaran yang mana selama ini kerap membayangi dan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya optimalisasi pendapatan daerah.

"Kami ingin masyarakat semakin mudah dalam membayar pajak karena layanan yang cepat dan sederhana akan mendukung peningkatan kepatuhan," ujarnya meyakinkan warga.

Jika dibedah lebih dalam, Bapenda Cilacap rupanya turut mengandalkan suntikan dari sejumlah sektor strategis yang diplot sebagai penopang utama penerimaan pajak daerah sepanjang bergulirnya tahun 2026.

"Sektor yang menjadi andalan antara lain PBB-P2 dengan target Rp 153,4 miliar, Pajak Tenaga Listrik Rp 110 miliar, serta opsen Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp 100 miliar," terang Luhur merinci pundi-pundi daerah.

Ia merasa sangat optimistis jika angka target penerimaan pajak daerah tahun ini dapat terealisasi secara paripurna, tentu berkat dukungan kesadaran masyarakat serta perbaikan inovasi pelayanan yang terus-menerus dikembangkan. Luhur pun menegaskan janjinya, bahwasanya seluruh penerimaan pajak daerah tersebut mutlak bakal kembali dimanfaatkan guna membiayai aneka program pembangunan serta sektor pelayanan publik yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Cilacap.

"Pendapatan dari pajak digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, serta berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (ray)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved