Sabtu, 30 Mei 2026

Cilacap

Sering Disalahkan Soal Porsi Terlambat, Relawan Segel Dapur Makan Gratis

Puluhan relawan segel dapur Makan Bergizi Gratis di Gunungsimping, Cilacap, Sabtu (30/5/2026). Mereka protes karena diganti sepihak.

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
DAPUR MBG DISEGEL - Aksi penyegelan fasilitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Gunungsimping 01, Kecamatan Cilacap Tengah, yang dilakukan oleh puluhan relawan pada Sabtu (30/5/2026). Penutupan paksa ini dipicu kekecewaan relawan karena kerap dikambinghitamkan atas masalah operasional seperti keterlambatan porsi, ditambah sikap mitra pengelola yang justru membuka lowongan kerja baru secara sepihak saat relawan lama sedang diliburkan 
Ringkasan Berita:
  • Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gunungsimping, Cilacap Tengah, disegel puluhan relawan pada Sabtu (30/5/2026). 
  • Aksi ini dipicu kekecewaan karena relawan sering dijadikan kambing hitam atas masalah operasional, seperti keterlambatan porsi. 
  • Selain itu, manajemen justru membuka lowongan kerja baru saat relawan lama sedang diliburkan. 
  • Mereka menuntut pergantian manajemen, mitra, hingga Kepala SPPG yang tak hadir saat aksi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Suasana di area dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungsimping 01, Jalan Jawa, Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap Tengah, mendadak memanas setelah puluhan relawan melakukan aksi penyegelan pada Sabtu (30/5/2026).

Dengan membawa atribut spanduk yang secara tegas bertuliskan "Disegel", para relawan ini mendatangi lokasi dapur MBG dan menghentikan seluruh aktivitas. Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap jajaran manajemen yang selama ini mengelola operasional dapur tersebut.

Aksi penyegelan ini dipicu oleh akumulasi rasa kekecewaan dari pihak relawan terhadap pihak manajemen dan mitra pengelola, yang dinilai sudah tidak lagi mampu menciptakan hubungan kerja yang sehat dan kondusif di lingkungan dapur SPPG.

Baca juga: Ada Konflik Internal, Relawan Segel Dapur MBG di Cilacap

"Intinya ada permasalahan di dapur SPPG ini, beberapa kali terjadi konflik antara relawan dengan staf, dan relawan dengan mitra, jadi memang relawan meminta supaya manajemen diganti," ujar Riswantoro memberikan keterangan.

Ia mengungkapkan lebih lanjut, para relawan kerap kali diposisikan menjadi pihak yang disalahkan ketika muncul suatu persoalan dalam teknis operasional dapur.

"Relawan ini sering dijadikan kambing hitam setiap ada permasalahan di dapur, misalnya ada kekurangan bahan makanan sampai pemorsian terlambat, yang disalahkan selalu relawan," katanya menyampaikan keluh kesah.

Menurut kacamata Riswantoro, para relawan yang saat ini masih berstatus aktif justru mendapatkan bocoran informasi perihal adanya proses perekrutan tenaga baru. Padahal, di saat bersamaan, mereka masih dalam status diliburkan akibat penghentian sementara kegiatan dapur.

"Kemudian berkaitan dengan status relawan sekarang masih mengambang, karena mitra itu sudah membuka lowongan kerja untuk relawan baru," ungkapnya merasa janggal.

Ia pun secara tegas mempertanyakan langkah perekrutan sepihak tersebut, lantaran para relawan lama hingga detik ini belum memperoleh kejelasan resmi mengenai kelanjutan nasib dan status mereka.

"Kami yang masih relawan aktif dan diliburkan saat dapur di-suspend, tapi dari pihak mitra malah membuka lowongan kerja dan melakukan perekrutan sampai interview," ucapnya.

"Kami menyampaikan harapan dari teman-teman agar manajemen yang notabene di situ ada mitra, Kepala SPPG beserta stafnya diganti baru karena kami sudah tidak berkenan mereka mengelola dapur SPPG ini," tegas Fauzan.

Ia menyebutkan bahwa pihak relawan sebenarnya telah berupaya menempuh jalur mediasi secara baik-baik untuk menyampaikan poin keberatan mereka, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk turun langsung melakukan aksi penyegelan.

Di sisi lain, saat aksi penyegelan tersebut berlangsung dengan tensi memanas, sosok Kepala SPPG Gunungsimping 01 sama sekali tidak terlihat berada di lokasi kejadian dan hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang digaungkan oleh para relawan. (ray)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved