Minggu, 3 Mei 2026

Cilacap

Tiket Mudik dan Sembako Mahal, Inflasi Cilacap Naik Tembus 3,51 Persen

Momen persiapan menyambut Lebaran membawa tekanan bagi kantong warga Cilacap setelah BPS mencatat lonjakan inflasi

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
Beban Belanja Lebaran, Pemandangan aktivitas perdagangan di salah satu pasar tradisional Kabupaten Cilacap, (5/4/2026). Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan daging ayam, ditambah lonjakan tarif angkutan mudik, menjadi pemicu utama melesatnya inflasi Cilacap di angka 0,70 persen pada Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga pangan dan tarif transportasi mudik Lebaran memicu lonjakan inflasi Cilacap pada Maret 2026. 
  • BPS mencatat inflasi bulanan menembus 0,70 persen dan 3,51 persen secara YoY. 
  • Beras, daging ayam, hingga tiket antarkota menjadi penyumbang terbesar yang membebani warga. 
  • Meski begitu, cabai dan bawang turun harga, menahan laju inflasi agar tak semakin mencekik dompet masyarakat.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Suka cita menyambut hari raya Idulfitri nyatanya harus dibayar mahal oleh masyarakat dengan menyusutnya isi dompet.

Tuntutan kebutuhan pokok yang meroket, ditambah mahalnya ongkos transportasi bagi para pemudik, membuat laju inflasi di Kabupaten Cilacap tak terbendung.

Catatan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap menunjukkan, pada bulan Maret 2026, inflasi bulanan (MoM) di wilayah ini menyentuh angka 0,70 persen.

Baca juga: Inflasi Purwokerto dan Cilacap Naik Selama Februari, Dipicu Kenaikan Harga Telur Hingga Cabai Rawit

Sementara jika ditarik secara tahunan (Year on Year/YoY), lonjakannya menembus angka 3,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 110,94.

Angka inflasi tahun kalender juga sudah merangkak naik di kisaran 1,08 persen.

Kepala BPS Cilacap, Suswandi, tak menampik bahwa lonjakan harga ini adalah siklus klasik jelang hari besar keagamaan, di mana mobilitas dan konsumsi warga sedang berada di titik didih.

“Tekanan inflasi Maret masih didominasi kelompok makanan dan transportasi, terutama menjelang momen Lebaran,” urai Suswandi saat membedah data di kantornya.

Dapur Emak-Emak Makin Tercekik

Bagi para ibu rumah tangga, berbelanja ke pasar belakangan ini ibarat uji nyali.

Bagaimana tidak, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang "kue" inflasi terbesar dengan andil 0,54 persen secara bulanan.

Beras dan daging ayam ras tampil sebagai "biang kerok" utama yang paling menguras kantong warga.

Menyusul di belakangnya adalah telur ayam, minyak goreng, daging sapi, ikan kembung, hingga tempe yang kompak mengerek harga jual.

Tak hanya urusan perut, kerinduan untuk pulang ke kampung halaman juga harus ditebus lebih mahal.

Kelompok transportasi turut mendongkrak inflasi dengan andil 0,13 persen.

Tiket bus antarkota hingga biaya sewa kendaraan melambung tinggi seiring membludaknya arus mudik.

“Mobilitas masyarakat yang meningkat menjelang dan pasca-Idulfitri ikut memicu kenaikan tarif angkutan,” jelas Suswandi menambahkan.

Bawang dan Cabai Jadi "Penyelamat"

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved