Breaking News:

Berita Purbalingga

Jauh-jauh Ke Purbalingga, KWT dari Pemalang Ingin Belajar Bertani di Polybag dari KWT Karya Tani

Mereka ingin melihat langsung potensi dan keunggulan KWT Karya Tani yang menyabet juara satu tingkat nasional kategori Pekarangan Pangan Lestari.

TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga, Sunarto, menerima kunjungan Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Muntoha bersama KWT Pemalang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Tani, Dusun Katel Klawu, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, jadi jujugan studi banding Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Pemkab Pemalang mengirim perwakilan dari 14 KWT ke Desa Pengalusan untuk menyerap pengetahuan dari KWT Karya Tani.

Mereka ingin melihat langsung potensi dan keunggulan KWT Karya Tani yang sebelumnya menyabet juara satu tingkat nasional kategori Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Muntoha mengatakan, pihaknya tertarik melakukan studi banding karena ada kelebihan yang dimiliki KWT Karya Tani.

Baca juga: Serahkan 30 Alat Pertanian ke Kelompok Tani, Pemkab Purbalingga Ingin Ada Anak Muda Jadi Petani

Baca juga: Bertambah Lagi, 384 Santri di Cilacap Positif Covid-19, Mayoritas Tak Bergejala

Baca juga: Serahkan 5425 Pohon Kopi ke Warga, Pemkab Purbalingga Ingin 3,5 Tahun Lagi Banyak Kedai Kopi

Baca juga: KPU Purbalingga Menduga, Batasan Maksimal Umur 50 Tahun Jadi Penyebab Sedikitnya Pelamar KPPS

Semisal, manajemen pemasaran KWT Karya Tani yang sudah mampu menjual hasil produksi pekarangan ke sejumlah rumah sakit.

"KWT di Pemalang mendapatkan bantuan 75 polybag per anggotanya, tapi di KWT Karya Tani ini bisa mendapatkan 200 polybag untuk masing-masing anggota. Dan bisa tertangani semuanya," kata Muntoha di sela-sela kunjungannya di KWT Karya Tani, Dusun Katel Klawu, Desa Pengalusan, Jumat (16/10/2020).

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga, Sunarto, menyambut baik kunjungan KWT dari Kabupaten Pemalang yang ingin belajar dari KWT Karya Tani.

KWT Karya Tani tergolong masih baru karena dibentuk pada bulan Maret 2020. Tetapi, di umurnya yang masih muda, KWT tersebut menunjukkan kemajuan luar biasa hingga mendulang prestasi di tingkat nasional.

"KWT Karya Tani ini belum sampai satu tahun namun mempunyai keunggulan dibandingkan KWT yang lain. Di antaranya, mempunyai hamparan (kebun bersama) yang belum dimiliki KWT lain," kata Sunarto.

Kelebihan lain adalah kekompakan anggota KWT Karya Tani yang berjumlah 30 orang. Masing-masing anggota melakukan penanaman, serta aktif dalam pengembangan pekarangan di rumah.

"Kompak sekali ibu-ibunya dan produksinya sudah mulai bagus, pemasaran sudah berjalan, dan administrasinya lengkap," ujarnya.

Baca juga: Lupa Lirik Hanya Ingat Nada? Cari Lagu Na Na Na Lebih Mudah Lewat Fitur Hum To Search Milik Google

Baca juga: Polisi Temukan Uang Palsu Senilai 497 Juta di Kardus saat Geledah Mobil di Minimarket di Brebes

Baca juga: Memprihatinkan, Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Brebes Hampir 600 Kasus dalam 2 Tahun

Baca juga: Diduga Jualan Pil Koplo, Mahasiswa di Kebumen Ditangkap Polisi saat Akan Berangkat Demo

Tertib administrasi kelompok itu tidak hanya menjelang lomba. Dari awal, sudah ada pembukuan kegiatan KWT Karya Tani terkait proses pembentukan KWT, anggota kelompok dan produksi.

Masing-masing anggota juga melakukan pembukuan terkait tanaman yang ditanam di rumah masing-masing. Baik untuk konsumsi rumah tangga, maupun yang dijual untuk peningkatan ekonomi.

KWT Karya Tani juga berhasil memproduksi sayuran yang sehat, segar, serta aman untuk dikonsumsi. Mereka tidak menggunakan pupuk kimia, melainkan pupuk kandang, yakni dari kotoran kambing.

"Di Dusun Katel Klawu sendiri, kebanyakan warganya beternak kambing, kotorannya ini yang digunakan sebagai pupuk. Jadi, sayuran yang dihasilkan bebas dari bahan kimia," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved