Breaking News:

Berita Brebes

Memprihatinkan, Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Brebes Hampir 600 Kasus dalam 2 Tahun

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih tinggi.

Editor: rika irawati
Kompas.com/Dok. Humas Pemkab Brebes
Bupati Brebes Idza Priyanti didampingi Kepala Dinkes dr. Sartono memaparkan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, di Pendapa Brebes, Kamis (15/10/2020) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih tinggi. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mencatat, sejak tahun 2019 hingga Oktober, terdapat 82 kasus AKI dan 505 kasus AKB.

"Kematian ibu dan bayi merupakan hasil dari interaksi berbagai aspek. Baik aspek klinis, aspek sistem pelayanan kesehatan maupun faktor–faktor nonkesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono di Brebes, Rabu (14/10/2020).

Sartono mengatakan, pihaknya menghendaki adanya persamaan persepsi dan pengertian dari semua pihak mengenai peran dan pentingnya berbagai aspek tersebut.

"Untuk mengatasinya, harus terintegrasi menyeluruh dari berbagai aspek," kata Sartono.

Baca juga: Tuding Hasil Swab Akal-akalan RS, Keluarga 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Brebes Tolak Diperiksa

Baca juga: Polisi Temukan Uang Palsu Senilai 497 Juta di Kardus saat Geledah Mobil di Minimarket di Brebes

Baca juga: 2 Warga di Blora Meninggal Akibat Demam Berdarah

Menurutnya, ada dua faktor penyebab kematian ibu, yakni penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung di antaranya perdarahan, preeklamsia/eklamsia dan infeksi.

Sementara, penyebab tidak langsung yaitu penyakit jantung, anemia, dan TBC.

Menanggapi hal itu, Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, meski terkonsentrasi menangani pandemi Covid-19, kasus AKI dan AKB yang masih tinggi jangan sampai luput dari perhatian.

“Meskipun kita masih berjibaku dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 tapi jangan sampai kita mengesampingkan problematika kesehatan yang lain seperti AKI dan AKB,” kata dia.

Dikatakan Idza, upaya memperbaiki kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak, telah menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurut dia, tinggi rendahnya AKI dan AKB menjadi indikator utama derajat kesehatan suatu negara.

Baca juga: Diduga Jualan Pil Koplo, Mahasiswa di Kebumen Ditangkap Polisi saat Akan Berangkat Demo

Baca juga: Manfaatkan Layanan Tes Swab Gratis, 6 Warga Batang Ketahuan Positif Covid-19

Baca juga: Tak Ingin Halangi Tradisi, Polres Wonosobo Bakal Fasilitasi Penerbangan Balon Udara Lewat Festival

Baca juga: Valentino Rossi Positif Covid-19, Dipastikan Absen MotoGP Aragon

"AKI dan AKB menjadi indikator kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, pengetahuan masyarakat, kesehatan lingkungan, sosial budaya serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan," tutur Idza. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Angka Kematian Ibu dan Bayi di Brebes Capai 587 Kasus".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved