Berita Blora
2 Warga di Blora Meninggal Akibat Demam Berdarah
Angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Blora, Januari-September, mencapai 106 kasus.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Blora, Januari-September, mencapai 106 kasus. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya meninggal dunia.
Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Sutik, kedua warga Blora yang meninggal akibat terjangkit DBD itu merupakan warga Desa Beganjing, Kecamatan Japah. Keduanya meninggal pada April lalu.
"Sampai saat ini, tidak ada tambahan pasien DB yang meninggal. Semoga tidak tambah lagi," kata Sutik, Jumat (16/10/2020).
Baca juga: Ancaman DBD di Tengah Pandemi Virus Corona, Gugus Tugas: 3 Provinsi Zona Merah Demam Berdarah
Baca juga: Kasus DBD di Banyumas Terus Meningkat, Tercatat Ada 334 Kasus dan 10 Kematian
Baca juga: 7 Pasien Meninggal, Jangan Lupakan DBD di Banyumas, hingga Kini Total Ada 277 Kasus
Dari 106 penderita, terbanyak yakni di Kecamatan Blora terdapat 20 kasus. Kemudian, Kecamatan Cepu terdapat 14 kasus, Ngawen 11 kasus, Kunduran 9 kasus, Japah 7 kasus.
Sisanya tersebar di setiap kecamatan yang ada di Blora.
Dari jumlah penderita yang tercatat sejak Januari sampai September 2020 itu, lanjut Sutik, mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Pada tahun 2019, secara keseluruhan, ada 331 kasus DBD dimana enam di antaranya meninggal dunia.
Sutik menilai, rendahnya angka penderita DB tahun ini satu di antaranya karena curah hujan di musim hujan tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu.
Meski begitu, dia mengimbau agar masyarakat Blora tidak lengah. Sebab, sebentar lagi memasuki musim hujan.
"Pesan kami, tetap berantas sarang nyamuk," ujarnya. (*)
Baca juga: Manfaatkan Layanan Tes Swab Gratis, 6 Warga Batang Ketahuan Positif Covid-19
Baca juga: Tak Ingin Halangi Tradisi, Polres Wonosobo Bakal Fasilitasi Penerbangan Balon Udara Lewat Festival
Baca juga: Polisi Amankan 5 Pelajar SMK Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja di Alun-alun Purwokerto