Breaking News:

Berita Wonosobo

Tak Ingin Halangi Tradisi, Polres Wonosobo Bakal Fasilitasi Penerbangan Balon Udara Lewat Festival

Dia mencontohkan, penerbangan dilakukan di tempat lapang, ketinggian balon maksimal 100 meter dari permukaan tanah, serta diikat menggunakan tambang.

TRIBUNBANYUMAS/YAYAN ISRO ROZIKI
ILUSTRASI. Suasana mendung tak menghalangi ribuan masyarakat untuk menyaksikan festival balon udara tradisional di lapangan Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Wonosobo, tahun lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Polres Wonosobo dalam waktu dekat akan menyiapkan regulasi dan fasilitas bagi masyarakat yang hendak menerbangkan balon udara sebagaimana tradisi yang telah ada.

Rencananya, penerbangan balon udara akan dijadikan sebuah event di suatu tempat yang strategis dengan mematuhi aturan-aturan keamanan.

Dia mencontohkan, penerbangan dilakukan di tempat yang lapang, ketinggian balon maksimal 100 meter dari permukaan tanah, serta diikat menggunakan tali tambang.

Perencanaan tersebut dikonsep setelah viralnya penerbangan balon udara ilegal pada 2019 maupun 2020 di beberapa wilayah sehingga membahayakan dunia transportasi udara.

Baca juga: Siap-siap! Jika Ketahuan Menerbangkan Balon Udara Kamu Akan Dipenjara 2 Tahun dan Denda Rp 500 Juta

Baca juga: Sadar Bahayanya Bagi Penerbangan, Warga Serahkan 87 Balon Udara ke Polisi

Baca juga: Alvin Lee Saksikan Balon Udara Jatuh di Bandara Ahmad Yani Semarang, Diduga Terbang dari Purworejo

Bahkan, kasus yang terjadi di Wonosobo melibatkan empat tersangka yang kini segera menjalani sidang pengadilan.

Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Mohammad Zazid mengatakan, masyarakat Wonosobo memiliki tradisi menerbangkan balon udara setiap musim Lebaran.

Meski pelestarian budaya menjadi kegiatan yang positif, di sisi lain, tradisi tersebut dapat membahayakan, terutama dunia penerbangan.

"Sejak 2018, kami sudah mulai mengedukasi warga tentang bahaya penerbangan balon udara. 2019 lalu hingga 2020, sudah mengamankan beberapa balon udara yang diterbangkan secara ilegal. Kami tindak lanjuti dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan Udara. Ada cukup bukti untuk meningkatkan ke penyidikan," terangnya di Wonosobo, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat, penerbangan balon udara tidak dilarang.

Baca juga: Valentino Rossi Positif Covid-19, Dipastikan Absen MotoGP Aragon

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, 16 Oktober 2020 Rp 2.037.000 Per 2 Gram

Baca juga: Siapkan Payung, Hujan Diperkirakan Turun di Purwokerto Siang Ini

Hanya saja, penerbangan balon harus dilakukan mematuhi aturan yang ada agar tidak membahayakan dunia penerbangan.

"Ini kearifan lokal, setiap tahunnya ada. Namun, yang ilegal bisa diproses hukum," tegasnya.

Guna menjembatani kebutuhan masyarakat dengan regulasi yang telah diatur, Polres Wonosobo berencana memfasilitasi penerbangan balon udara dalam sebuah event.

"Trobosan ini akan kami wadahi dalam sebuah event khusus. Aturan secara umum akan kami susun. Kami berharap, lewat event ini, yang mematuhi aturan nantinya dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata di Wonosobo, dan bisa dikenal banyak masyarakat dari berbagai daerah," harapnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved