Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

KPU Purbalingga Menduga, Batasan Maksimal Umur 50 Tahun Jadi Penyebab Sedikitnya Pelamar KPPS

Mereka menduga, minimnya animo masyarakat lantaran batasan maksimal usia yang dipersyaratkan.

TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Ilustrasi. Rapat pleno penetapan DPT oleh KPU Purbalingga di aula KPU setempat, Rabu (14/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga memperpanjang pendaftaran Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 35 desa yang ada di delapan kecamatan di wilayah tersebut lantaran jumlah pendaftar gelombang pertama belum memenuhi kuota.

Mereka menduga, minimnya animo masyarakat lantaran batasan maksimal usia yang dipersyaratkan.

Anggota KPU Purbalingga Divisi Parmas SDM dan Kampanye Andri Supriyanto mengatakan, berbeda dari gelaran pemilihan umum (pemilu) tahun lalu, usia petugas KPPS pilkada ini dibatasi minimal 20 tahun dan maksimal 50 tahun.

"Kalau dulu kan banyak warga umur di atas 50 tahun mendaftar jadi KPPS. Sekarang, sudah tidak bisa. Jadi, itu mungkin yang bikin jumlah pendaftarnya kini berkurang," katanya di Purbalingga, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Buruan, KPU Purbalingga Perpanjang Pendaftaran KPPS di 35 Desa Sampai 18 Oktober 2020

Baca juga: Menyusut 882 Nama dari DPS, KPU Purbalingga Tetapkan 743.546 Nama dalam DPT untuk Pilkada 2020

Baca juga: APK Sudah Diserahkan, KPU Purbalingga Minta Tim Pemenangan Paslon Segera Memasangnya

Andri mengatakan, selain batasan usia, syarat pendaftaran KPPS sebenarnya cukup sederhana.

Namun, ada syarat lain yakni petugas KPPS harus menjalani tes rapid sebagai skrining awal bebas virus Covid-19.

Andri tak menampik, sebagaian masyarakat masih takut menghadapi pemeriksaan cepat terkait paparan virus corona itu.

Tapi, ia meyakinkan, syarat tes rapid baru dijalani saat peserta dinyatakan lolos seleksi sebelum resmi menjabat KPPS.

Penyelenggaraan tes rapid pun difasilitasi pemerintah. "Jadi, tes rapid bukan syarat untuk mendaftar. Tes rapid dilakukan nanti kalau sudah diterima," ujarnya.

Andri mengungkapkan, dalam pendaftaran yang ditutup 13 Oktober lalu, pihaknya hanya menerima 13.542 lamaran. Padahal, total kebutuhan KPU sebanyak 14.903 petugas KPPS.

Baca juga: Jadi Kapten saat Laga Timnas U-19 Kontra Makedonia Utara, Ini Komentar Pemain PSIS Pratama Arhan

Baca juga: Didukung Pengusaha Angkutan Kota, Trans Banyumas Raya Ditarget Beroperasi Februari 2021

Baca juga: Manfaatkan Layanan Tes Swab Gratis, 6 Warga Batang Ketahuan Positif Covid-19

Baca juga: Polisi Temukan Uang Palsu Senilai 497 Juta di Kardus saat Geledah Mobil di Minimarket di Brebes

Untuk memenuhi kekurangan itu, KPU Purbalingga memperpanjang pendaftaran mulai Rabu (14/10/2020) hingga Minggu (18/10/2020).

"Kekurangannya ada 1.361 orang," ujarnya.

Kekurangan tersebut terutama untuk KPPS yang bakal bertugas di 35 desa yang ada di delapan kecamatan di Purbalingga. Untuk lokasi inilah pendaftaran KPPS diperpanjang. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved