Pilkada Serentak 2020

UPDATE Pilbup Semarang, KPU Tambah 146 TPS, Maksimal Cuma 500 Pemilih Tiap TPS

Di Kabupaten Semarang, menurutnya terjadi perencanaan penambahan sebanyak 146 TPS untuk Pilbup Semarang 2020.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - KPU Kabupaten Semarang bakal menambah jumlah TPS pada Pilbup Semarang 2020.

Hal itu untuk mengantisipasi kerumunan di masa pandemi virus corona.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi menjelaskan, itu adalah hasil dengar pendapat antara pemerintah, KPU, dan DPR.

Dalam melaksanakan pilkada harus memperhatikan protokol kesehatan mencegah penularan virus corona.

Sehingga KPU RI saat ini sedang menyusun protokol kesehatan itu.

Tim Pemenangan Bakal Calon Pilbup Semarang Mulai Atur Strategi, Begini Cara Mereka

PKM Kota Semarang Jilid III Mulai Besok Senin, Hendi: Kalau Warga Masih Bandel Terpaksa PSBB

Kisah Viral Nasabah Tuna Rungu di Semarang: Hormat Sedalam-dalamnya untuk Bapak Kurniawan

ASN Pemkab Banyumas Wajib Bersepeda Saat Ngantor, Achmad Husein: Mungkin Seminggu Dua Kali

"Di antaranya untuk menghindari kerumunan orang, jumlah pemilih per TPS dibatasi sampai 500," papar Maskup kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (7/6/2020).

Maka dengan hal itu, Maskup menjelaskan, pihaknya menata kembali pemilih per TPS.

Di Kabupaten Semarang, menurutnya terjadi perencanaan penambahan sebanyak 146 TPS untuk Pilbup Semarang 2020.

"Sebelumnya jumlah TPS yang kami alokasikan dalam RAB, kami usulkan sebanyak 2.103 TPS."

"Namun karena dari 2.103 ini masih ada yang jumlah pemilihnya di atas 500, kami melakukan penambaham 146 TPS. Jadi totalnya 2.249 TPS," papar Maskup.

Ia pun mengatakan, jumlah TPS untuk Pilbup Semarang 2020 itu ideal dengan asumsi jumlah pemilih di Kabupaten Semarang yakni sebanyak 778.993 jiwa.

Sebagai perbandingan, Maskup menjelaskan, jumlah TPS saat Pilgub Jateng 2018 lalu sebanyak 1.769 TPS.

Maskup pun menjelaskan, karena ada penambahan jumlah TPS untuk Pilbup Semarang 2020 maka berdampak pada alokasi anggaran yang juga bertambah.

"Misal per TPS ini ada 9 orang petugas."

"Untuk membayar honor mereka, tambah kebutuhan APD dan biaya administrasi yang lain, menjadi lebih banyak," jelasnya.

Menurutnya, dengan tambahan 146 TPS itu, tambahan anggaran mencapai Rp 6,5 miliar.

Maskup mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan hal tersebut kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Semarang.

Maskup juga menjelaskan, dalam minggu ini pihaknya segera mengirimkan draf terkait penambahan TPS tersebut ke KPU RI.

"KPU RI meminta rincian tambahan dari masing-masing KPU Kabupaten dan Kota seiring dengan tambahnya TPS itu," papar Maskup.

Lebih jauh Maskup menuturkan, dengan penambahan TPS tersebut membuat tingkat partisipasi di Pilbup Semarang 2020 tinggi.

"Harapannya mencapai 81 persen," papar Maskup. 

Gaji Karyawan Dipotong Iuran Tapera, Begini Simulasi Cara Menghitungnya

Info Update Kemenlu 7 Juni: WNI Sembuh Corona Tambah 13 Orang

Driver Ojol Boleh Bawa Penumpang Mulai Besok, Tapi Ini Syaratnya

Pemuda Warga Kawunganten Hilang Tenggelam di Perairan Nusakambangan Cilacap

Tim Pemenangan Mulai Atur Strategi

DPD Partai Golkar Kabupaten Semarang siap memenangkan pasangan Bintang Narsasi - Gunawan Wibisono (Bison) di Pilkada Kabupaten Semarang.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Semarang, Suradi mengatakan, mesin partai siap untuk memenangkan pasangan Bison.

"Artinya kami optimistis di Pilbup ini, dan mesin partai relatif sudah siap meski sedang berada di masa pandemi corona."

"Tim pemenangan sampai tingkat desa," jelas Suradi kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (7/6/2020).

Apalagi, Suradi menjelaskan, Golkar sudah melakukan rakor dengan 21 DPD II se-Jawa Tengah, Kamis (4/6/2020) di Semarang.

Hasilnya DPP Partai Golkar memberi rekomendasi untuk 16 bakal calon Bupati/Wali Kota dan bakal calon Wakil Bupati/Wakil Wali Kota dalam Pilkada Jateng tahun ini.

Termasuk di dalamnya untuk Kabupaten Semarang.

"Sebenarnya rekomendasi Partai Golkar untuk Bison sudah sejak Februari 2020."

"Hanya saja di rakor itu untuk penegasan."

"Sehingga saat ini ada enam partai termasuk Golkar yang mengusung Bison," ungkapnya.

Menurut Suradi, pertimbangan Partai Golkar memberikan rekomendasi ke pasangan Bison sebab pasangan tersebut memiliki visi-misi yang sama.

Yakni lebih terkait pada upaya bersama memajukan Kabupaten Semarang.

"Kalau kami yang di bawah sifatnya tinggal mengikuti saja."

"Yang jelas selama ini setelah reformasi, Golkar belum pernah mengusung Bupati di Kabupaten Semarang hingga jadi."

"Sehingga kami ingin dengan mengusung Bison ini bisa menang di Pilbup Semarang," katanya.

Terkait sosialisasi memperkenalkan pasangan Bison ke masyarakat khususnya di Kabupaten Semarang, Suradi mengatakan saat ini pihaknya belum dapat melakukannya.

Sebab masih dalam pandemi virus corona sehingga cara-cara lain perlu dilakukan.

"Alternatifnya lewat daring."

"Saat ini kami juga masih menunggu mesin partai lainnya yang mengusung pasangan Bison," papar dia.

Ketua tim pemenangan Bison di Pilbup Semarang, Nurul Huda menjelaskan, sosialisasi lewat cara daring dibutuhkan untuk pengenalan Bison.

"Misal lewat teleconference dengan pendukung sehingga tidak ada pengumpulan massa yang dilakukan," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tinggal mendaftar ke KPU Kabupaten Semarang dan menunggu tahapan-tahapan Pilkada.

Terpisah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening menjelaskan, terkait sosialisasi untuk Ngesti Nugraha - M Basari (Ngebas), juga tidak bersifat mengumpulkan massa.

Menurutnya, dalam melakukan sosialisasi pihaknya tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Lewat struktur partai, artinya tidak ada kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa," papar dia. (Akbar Hari Mukti)

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Begini Mekanisme Santri Hendak Kembali ke Ponpes di Jateng, Misal Asal Purbalingga ke Magelang

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyebar Isu Pocong di Purbalingga, Katanya Mereka Cuma Iseng

Bupati Banjarnegara Kini Dituduh Rekayasa Hasil Rapid Test: Silakan Anggota Bawaslu Lakukan Ulang

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved