Breaking News:

PKM Semarang

PKM Kota Semarang Jilid III Mulai Besok Senin, Hendi: Kalau Warga Masih Bandel Terpaksa PSBB

Ini isi Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PKM dalam percepatan penanganan Covid-19 Kota Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa menjadi alternatif untuk diberlakukan di kota yang dipimpinnya dengan sejumlah sebab.

Sejak awal, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi memilih menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Dimana itu tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PKM dalam percepatan penanganan Covid-19 Kota Semarang.

BST Tahap Dua Kemensos Mulai Dibagikan di Kota Semarang

Kisah Viral Nasabah Tuna Rungu di Semarang: Hormat Sedalam-dalamnya untuk Bapak Kurniawan

ASN Pemkab Banyumas Wajib Bersepeda Saat Ngantor, Achmad Husein: Mungkin Seminggu Dua Kali

Gaji Karyawan Dipotong Iuran Tapera, Begini Simulasi Cara Menghitungnya

PKM Kota Semarang menurutnya merupakan jalan tengah untuk mengakomodir dua sisi, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Hendi berharap masyarakat juga bisa semakin disiplin menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan yang sudah disosialisasikan.

Ia melihat selama ini masih ada warga yang kurang memperhatikan anjuran pemerintah dan berkegiatan yang terkesan seperti tidak ada Covid-19 di Kota Semarang.

“Kalau warganya tidak juga kunjung berdisiplin, PSBB adalah alternatif,” ujar Hendi kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (7/6/2020).

Ia menerangkan, tren kasus Covid-19 yang meningkat beberapa waktu terakhir ini bukanlah satu-satunya acuan untuk adanya potensi penerapan PSBB.

“Kalau tren meningkat karena memang kami lakukan tes swab dan rapid test secara masif di banyak titik,” imbuhnya.

Pengaruh besar angka kasus virus corona yang meningkat menurutnya juga datang dari dibukanya moda transportasi darat, laut, dan udara sejak Mei 2020.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved