Berita Banjarnegara
Bupati Banjarnegara Kini Dituduh Rekayasa Hasil Rapid Test: Silakan Anggota Bawaslu Lakukan Ulang
Bupati Banjarnegara kembali mempertegas tidak ada rekayasa atas hasil rapid test reaktif anggota Bawaslu Kabupaten Banjarnegara itu.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono kembali dibuat 'panas telinga'.
Kali ini dirinya dituduh telah merekayasa hasil rapid test dimana hasilnya adalah reaktif virus corona terhadap seorang anggota atau komisioner Bawaslu Kabupaten Banjarnegara.
Dia pun kembali mempertegas, tidak ada rekayasa atas hasil rapid test reaktif anggota Bawaslu Kabupaten Banjarnegara itu.
• Dana Pelunasan Berangkat Haji Bisa Ditarik, Kemenag Banjarnegara: Semisal untuk Bayar Utang Dahulu
• 36 Warga Reaktif Corona Masih Tunggu Hasil Tes Swab, Termasuk Komisioner Bawaslu Banjarnegara
• Bukti Pasien Sembuh Kembali Positif Covid-19, Bupati Banjarnegara: Sekeluarga Masuk Klaster Gowa
• Dituduh Tolak Bansos Pemprov Jateng, Bupati Banjarnegara: Jangan Asal Ngomong
Terlebih, menurut dia, ketika dilakukan rapid test terhadap pihak penyelenggara pemilu itu, banyak pihak yang menyaksikan.
Pihaknya pun kembali mempersilakan pihak manapun, khususnya anggota Bawaslu tersebut untuk melakukan rapid test ulang.
Baik itu difasilitasi pihak lain atau mandiri jika meragukan hasilnya.
Seperti diketahui, tuduhan tersebut terkait anggota Bawaslu Kabupaten Banjarnegara itu sempat melapor ke Ombudsman RI berkait masalah penyaluran bansos di lingkungan tempat tinggalnya.
Akibatnya, Bupati Banjarnegara diundang Ombudsman bersama sejumlah kepala daerah di daerah lain dalam rapat penyelesaian laporan masyarakat.
Dimana rata-rata memermasalahkan penyaluran bansos.
Budhi menyayangkan mengapa pihak pelapor tidak melaporkan permasalahan di lingkungannya kepada pemerintah desa atau di atasnya.
Padahal, ia pejabat publik yang semestinya memiliki akses ke pemerintah setempat.
Sementara penyaluran bansos sudah melalui musyawarah desa.

Santuni Warga Pelapor
Budhi pun mempertanyakan motif pelaporan itu seusai mengetahui pelapor ternyata berteman dekat dengan Kepala Ombudsman RI Jateng Siti Farida.
Budhi kemudian memanggil pelapor serta warga yang diusulkannya ke Pendopo Kantor Pemkab Banjarnegara pada Rabu (3/6/2020) malam.