Berita Jawa Tengah

Dua Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dituntut Restitusi, Berikut Kata Kejari Karanganyar

Terdakwa AG dituntut UU Perlindungan Anak dengan pidana penjara selama 9 tahun dikurangi selama ditahan, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Situasi di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Karanganyar, Selasa (18/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Kejaksaan Negeri Karanganyar mengajukan tuntutan restitusi kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak

Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Karanganyar, Sidiq Fathurrohman Rosyidi menyampaikan, hingga saat ini ada dua tuntutan restitusi yang dilayangkan kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak pada tahun ini. 

Baca juga: Tahun Ini Ada Enam Ruas Jalan yang Diperbaiki, Gunakan DAK Pemkab Karanganyar, Berikut Daftarnya

Baca juga: Dua Hari di Karanganyar, 131 Motor Knalpot Brong Terjaring Razia, Mayoritas Pemilik dari Luar Kota

Baca juga: Titik Ngadu ke DPRD Karanganyar, Minta Dibantu Mintakan Haknya Pasca Tidak Bekerja

Baca juga: Selain Bursa Juga Ada Lelang Tanaman Hias di Desa Gerdu Karanganyar, Minggu Hari Terakhir Festival

Tuntutan restitusi merupakan pembayaran ganti rugi yang dibebankan kepada pelaku berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas kerugian material maupun immaterial yang diderita korban kekerasan seksual

"Tahun ini satu tuntutan restitusi diberikan kepada AG (19) terdakwa warga Kabupaten Boyolali."

"Didakwa melakukan secara sengaja tipu muslihat serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan terhadap DAT (14) di hotel wilayah Colomadu."

"Satu tuntutan restitusi lainnya masih proses," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (18/1/2022). 

Dia menuturkan, kasus ini merupakan limpahan dari Polres Karanganyar dan kejadiannya pada November 2020.

Lanjutnya, sidang tuntutan telah dilakukan pada pekan lalu. 

"Tinggal putusan, kemungkinan minggu depan," ucapnya. 

Dalam kasus tersebut, terdakwa AG dituntut dengan UU Perlindungan Anak dengan pidana penjara selama 9 tahun dikurangi selama ditahan dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu terdakwa juga dibebani biaya restitusi kepada korban senilai Rp 37,7 juta. 

Sidiq menjelaskan, besaran ganti rugi dalam tuntutan restitusi tersebut dihitung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Apabila setelah putusan, terdakwa tidak membayar, lanjutnya, akan diganti dengan pidana kurungan selama satu tahun. (*)

Baca juga: Ini Janji Disdikbud Kendal Atasi Masalah Rob di SDN 3 Bandengan, Wahyu: Lantai Segera Ditinggikan

Baca juga: SDN 3 Bandengan Langganan Banjir Rob, Kepsek: Sudah Lapor Pemkab Kendal, Tapi Belum Direspon

Baca juga: Program Asimilasi Diperpanjang Hingga 30 Juni 2022, Lapas Semarang Daftarkan 51 Narapidana

Baca juga: Padukan Teknologi dan Benda Fisik, Musuem Kota Lama Bakal Hadirkan Suasana Semarang Tempo Dulu

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved