Berita Pendidikan

Ini Janji Disdikbud Kendal Atasi Masalah Rob di SDN 3 Bandengan, Wahyu: Lantai Segera Ditinggikan

Disdikbud bakal menggandeng Baznas Kabupaten Kendal untuk meninggikan lantai pada 4 ruang yang menjadi langganan banjir rob di SDN 3 Bandengan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
PEMKAB KENDAL
Pihak Disdikbud Kabupaten Kendal meninjau SD Negeri 3 Bandengan yang terdampak banjir rob, Selasa (18/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Kepala Kendal'>Disdikbud Kabupaten  Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, permasalahan banjir rob yang dialami SD Negeri 3 Bandengan, Kecamatan Kota Kendal bakal diselesaikan dalam waktu dekat.

Pihaknya bakal menggandeng Baznas Kabupaten Kendal untuk meninggikan lantai pada 4 ruang sekolah yang menjadi langganan banjir rob.

Rencananya, pekerjaan meninggikan lantai 1 meter ditarget rampung pada akhir Mei 2022 dengan estimasi anggaran Rp 200 juta.

Selain itu, disertai pembenahan pintu dan jendela yang juga rusak sebagian karena terendam air dan termakan usia.

Baca juga: SDN 3 Bandengan Langganan Banjir Rob, Kepsek: Sudah Lapor Pemkab Kendal, Tapi Belum Direspon

Baca juga: Durasi PTM Ditambah 2 Jam Pelajaran, Sekali Istirahat 15 Menit, Berlaku di Kendal Mulai Pekan Ini

Baca juga: Dikunjungi Keluarga asal California AS, Pantai Ngebum Kendal Berbenah. Bakal Tambah Prasarana

Baca juga: Truk Tangki BBM Nyungsep ke Sungai di Jalan Pantura Cepiring Kendal, Sopir Diduga Mengantuk

"Kami sudah assesment SD Negeri 3 Bandengan pada akhir 2021, namun baru bisa kami tindak lanjuti Januari 2022 ini."

"Kami akan gandeng Baznas dan pihak-pihak lain untuk segera memperbaiki apa yang dibutuhkan sekolah," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (18/1/2022).

Diketahui, 4 ruang sekolah yang terdiri dari 3 ruang kelas dan 1 ruang guru menjadi langganan banjir rob di SD Negeri 3 Bandengan.

Tingginya intensitas rob yang hampir datang setiap hari dalam 2 tahun terakhir, membuat pihak sekolah kelimpungan dalam menjalankan pendidikan.

Aktivitas belajar mengajar sempat berjalan di atas kepungan air rob karena keterbatasan ruang kelas yang ada.

Pihak sekolah akhirnya menggabungkan 184 siswa dalam 3 kelas tersisa dengan sistem pendidikan shifting.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved