Berita Jawa Tengah
Pemkab Kendal Disebut Masih Nunggak Bayar Insentif dan TPP Tenaga Medis, Periode Januari-Juni 2021
Selain insentif tenaga vaksinasi, TPP tenaga medis di Puskesmas Kabupaten Kendal selama beberapa bulan terakhir juga belum terbayarkan.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Komisi D DPRD Kabupaten Kendal mendorong Pemkab Kendal agar mengoptimalkan pembayaran insentif tenaga kesehatan vaksinasi Covid-19.
Sehingga, para nakes yang digenjot melakukan percepatan vaksinasi itu bisa mendapatkan suntikan penyemangat melalui dana insentif yang menjadi haknya.
Itu dikatakan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Shodiq pasca kunjungan di sentra pelayanan vaksinasi Covid-19 di Stadion Utama Kendal Kelurahan Kebondalem, Kota Kendal pada, Selasa (3/8/2021).
Pihaknya menemukan laporan bahwa insentif nakes yang melayani vaksinasi belum sepenuhnya direalisasikan.
Padahal, mereka menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Mantan Lurah Banyutowo Ditahan Kejari Kendal, Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pungli PTSL 2018
Baca juga: Hasil Sidak DPRD Kendal - Awal September Pedagang Sudah Bisa Tempati Pasar Darurat Weleri
Baca juga: Pemkab Kendal Dapat 500 Vial Vaksin AstraZeneca, Tapi Digunakan Secara Terbatas Karena Ini
Baca juga: Mendagri Tegur Bupati Kendal, Serapan Insentif Nakes Masih Sangat Rendah, Cuma 28 Persen
"Padahal jumlahnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan risiko yang dihadapi teman-teman nakes."
"Kami minta dinas terkait dapat segera merealisasikan."
"Kami juga akan panggil dalam waktu dekat pihak Dinkes Kabupaten Kendal untuk berikan keterangan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (4/8/2021).
Selain insentif tenaga vaksinasi, Mahfud menyebut TPP untuk tenaga medis di Puskesmas Kabupaten Kendal selama beberapa bulan terakhir juga belum terbayarkan.
Pihaknya berharap Pemkab Kendal untuk lebih memperhatikan tenaga kesehatan yang berada di garda depan penanganan pandemi Covid-19.
Dengan memberikan hak atas kewajiban yang sudah dijalankannya.
Komisi D juga mendorong dinas terkait untuk pro aktif memberikan layanan vaksinasi jemput bola dengan memaksimalkan stok vaksin yang ada.
Sehingga target pemerataan vaksinasi bisa tercapai untuk membentuk herd immunity.
"Sentra vaksinasi yang mana pendaftarannya melalui online tetap dibuka, namun pelayanan ke desa-desa juga perlu dilakukan."
"Karena kalau hanya melalui online, mayoritas cuma diakses kaum milenial dan belum menjangkau warga di pedesaan pada umumnya," tutur Mahfud.
Terpisah, Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menjelaskan, pada 2021 ini sudah dianggarkan dana insentif nakes Covid-19 sebesar Rp 33 miliar.
Pada Januari 2021, sudah dicairkan Rp 4 miliar sisa insentif 2020.
Pihaknya sudah mengajukan pencairan kembali ke Bakeuda Kabupaten Kendal untuk periode Januari hingga Juni 2021.
Ferinando menuturkan, khusus untuk tenaga vaksinasi dianggarkan Rp 14,2 miliar.
Digunakan untuk honor petugas Rp 100 ribu tiap hari kerja, biaya makan, dan minum, sewa tratak, biaya operasional, tenaga pendamping, dan biaya tambahan lainnya.
Selain itu, dana yang dianggarkan untuk petugas laboratorium daerah Rp 720 juta, semua Puskesmas Rp 13 miliar, RSUD Rp 15 miliar, dan rumah sakit swasta Rp 3 miliar.
"Nakes di semua rumah sakit swasta ini juga masuk dalam anggaran."
"Walaupun sekarang sudah ditanggung Pemerintah Pusat," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (4/8/2021).
Dia berharap, para nakes juga berperan aktif dalam membuat laporan pertanggungjawaban atas kinerja yang sudah dilakukan.
Agar, anggaran yang ada bisa segera dicairkan untuk memenuhi hak para nakes.
"Insentif ini bisa jadi penyemangat para nakes."
"Anggarannya sudah ada, tinggal mereka mengajukan administrasi pengajuannya," jelasnya.
Minimnya serapan anggaran insentif nakes Covid-19 di Kabupaten Kendal juga disinggung Mendagari, M Tito Karnavian beberapa waktu lalu.
Tito meminta agar Pemkab Kendal meningkatkan serapan dana insentif nakes tidak hanya sebatas 28 persen.
Termasuk serapan dana insentif di daerah-daerah lain yang masih rendah. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Cegah Kebakaran Hutan, BPBD Kabupaten Semarang Minta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Diperketat
Baca juga: Lihat Motor Ditinggal bersama Kunci, Pemuda Ini Gasak Motor Tetangga Kamar Kos di Krobokan Semarang
Baca juga: Simulasikan Makan 30 Menit di Warung Lentog Tanjungkarang, Bupati Kudus: Makan Tak Perlu Ngobrol
Baca juga: PKL Balai Jagong Kudus Minta Bisa Berjualan Lagi, Didik Usul Pakai Sistem Genap Ganjil