Minggu, 19 April 2026

Berita Nasional

Waduh! Nampan MBG yang Diimpor dari China Diduga Mengandung Lemak Babi

Metode yang sering digunakan yaitu  kromatografi gas dilengkapi detektor spektrometer massa (GC-MS) untuk mengidentifikasi asam-asam lemak

Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS/ISTIMEWA WARGA
Ilustrasi nampan MBG 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) sedang menguji  ompreng (wadah makanan) yang dipakai dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ini menyusul adanya dugaan ompreng yang diimpor dari China tersebut mengandung lemak babi.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Badan Bergizi Gratis (BGN) agar tidak menggunakan ompreng impor tersebut sampai pengujian selesai.


Tes dilakukan di Balai Besar, Jakarta diawali dengan tes swab lalu tes DNA kandungan.

Selain dengan BGN, BPOM juga telah berkordinasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta Badan Standardisasi Nasional (BSN).


“Nanti pasti diumumkan hasilnya, karena ranah kami di BPOM adalah memastikan keamanan bukan soal kehalalan," tutur Taruna.

Secara terpisah, pakar UGM di bidang analisis kehalalan produk, Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt., menduga kemungkinan kandungan tidak halal itu dijadikan komponen pelemas atau bahan campuran untuk minyak lain, misalnya minyak mineral.

Ia menjelaskan cara mendeteksi kandungan lemah babi pada sebuah wadah makanan.

“Pertama dilakukan ekstraksi sehingga lemak babi dapat terekstraksi dan selanjutnya dianalisis dengan metode tertentu,” jelasnya.

Metode yang sering digunakan yaitu kromatografi gas dilengkapi detektor spektrometer massa (GC-MS) untuk mengidentifikasi asam-asam lemak yang ada.

Kemudian metode  LC-HRMS melalui identifikasi penanda lemak babi.

Baca juga: Polisi Bisa Proses Hukum Kasus Kematian Janggal Iko Mahasiswa Unnes Tanpa Laporan Keluarga


LPPOM MUI atau Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia merespon dugaan penggunaan lemak babi dalam proses produksi baki stainless steel impor itu.

Ini mencuat setelah Indonesia Business Post (IBP) menerbitkan hasil investigasi ke pusat produksi baki untuk pasar global di kawasan industri Chaoshan, Guangdong, Tiongkok.

Bukan hanya menyangkut aspek kehalalan semata, bagi MUI, hal itu juga terkait keamanan pangan (thayyib), dimana kedua aspek itu tidak dapat dipisahkan.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diduga Tak Halal, Begini Cara Uji Ompreng MBG, https://www.tribunnews.com/kesehatan/2025/09/04/diduga-tak-halal-begini-cara-uji-ompreng-mbg?page=2

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved