Berita Kudus

Simulasikan Makan 30 Menit di Warung Lentog Tanjungkarang, Bupati Kudus: Makan Tak Perlu Ngobrol

Bupati Kudus HM Hartopo menyempatkan diri makan di warung lentog tanjung di sentra lentog di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo menyantap lentog tanjung di sentra lentog di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (4/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo menyempatkan diri makan di warung lentog tanjung di sentra lentog di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (4/8/2021).

Dalam kesempatan itu, Hartopo melakukan simulasi makan di warung dengan protokol kesehatan selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Kepada para pedagang, saya meminta mengatur tempat duduknya. Kalau bisa, take a way," kata Hartopo.

Baca juga: PKL Balai Jagong Kudus Minta Bisa Berjualan Lagi, Didik Usul Pakai Sistem Genap Ganjil

Baca juga: Harga Cabai Anjlok di Kudus, Mentok Laku Jual Cuma Rp 7 Ribu

Baca juga: Kembali Kehabisan Jatah Dosis Kedua, Warga Kudus Ini Pulang Tanpa Hasil

Baca juga: Kasus Covid Menurun tapi Kudus Masih Berstatus Level 4, Begini Penjelasan Kantor Staf Presiden

Hartopo menegaskan, konsumen dilarang berbicara selama makan di warung. Apalagi, makan di tempat dibatasi hanya 30 menit.

"Kalau perlu, sebelum 30 menit, ya selesai. Kapasitas dibatasi. Makan tidak boleh ngobrol. Kalau ngomong, pakai masker dulu," kata dia.

Hasil simulasi ini akan ditindaklanjuti lewat pembuatan edaran yang akan disampaikan kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Nantinya, pegawai OPD juga diimbau membeli makanan dari pelaku UMKM yang selama ini merasakan getah dari pandemi Covid-19 berikut kebijakan PPKM.

"Saya imbau ke Pak Sekda. Kalau Pak Sekda tidak jalan akan kami kasih sendiri surat dari saya sendiri. Mungkin hari ini akan saya buat sendiri supaya semua OPD bisa membeli dagangan dari pedagang tingkat UMKM," kata dia.

Imbauan kepada OPD untuk membeli dagangan pelaku UMKM, menurutnya, bagian dari upaya pemulihan ekonomi. Hal ini lantaran Kudus berstatus level 3 PPKM sehingga sedikit ada kelonggaran.

Baca juga: Vaksinasi Covid Capai 12,76 Persen, Bupati Banyumas: Masih Jauh Dari Target 1.398.427 Sasaran

Baca juga: Terkendala Pandemi Covid, Angka Stunting di Kebumen Tembus 9,231 Kasus di Bulan Februari 2021

Baca juga: Hadiri Acara Hajatan Sistem Lantaru Ketua KPU Batang, Bupati Wihaji: Bagus dan Bisa Dicontoh

Baca juga: Bupati Purbalingga Tunjuk Sugeng ST sebagai Plt Dirut Perumdam Tirta Perwira

Meski begitu, dia mengingatkan agar warga tidak abai dengan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

"Adanya kelonggaran ini jangan sampai lupa pendisiplinan protokol kesehatan harus tetap, tidak boleh lengah," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved