Berita Batang

Hadiri Acara Hajatan Sistem Lantaru Ketua KPU Batang, Bupati Wihaji: Bagus dan Bisa Dicontoh

Ketua KPU Batang Gunadi Fitrianto menggelar hajatan khitan lewat sistem drive thru atau layanan tanpa turun, Selasa (3/8/2021).

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji memberikan ucapan selamat kepada Ketua KPU Batang Gunadi Fitrianto yang menggelar resepsi khitanan putranya menggunakan sistem layanan tanpa turun (lantaru), Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Ketua KPU Batang Gunadi Fitrianto menggelar hajatan khitan lewat sistem drive thru atau layanan tanpa turun (lantaru). Cara ini digunakan untuk mencegah kerumunan dalam acara di tengah pandemi Covid-19.

Dalam resepsi acara yang digelar, tamu undangan yang datang hanya mengucapkan selamat dari atas motor dan menerima bingkisan, kemudian pulang.

Acara digelar di rumah Gunadi di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Acara tersebut juga mengundang Bupati Batang Wihaji.

Tidak ada penyambutan istimewa. Sama seperti tamu lain, Bupati Wihaji juga hanya mengucapkan salam dari atas motor yang dikendarai, tanpa menjabat tangan pemilik hajatan.

Baca juga: Prioritaskan Masyarakat Umum, Pemkab Batang Belum Gelar Vaksinasi Covid Khusus Pelajar

Baca juga: Bupati Klaim Kasus Covid di Batang Turun Sejak PPKM Darurat, dari 70 Kasus Jadi 50 Kasus Harian

Baca juga: 14 Lokasi di Batang Ini Gelap Gulita saat Pukul 20.00-06.00 WIB, Imbas Pemadaman PJU selama PPKM

Baca juga: Tambah Penghasilan di Tengah Pandemi Covid, Ibu-ibu di Kandeman Batang Kelola Bank Sampah

Terkait sistem hajatan lantaru ini, Bupati Wihaji menyambut baik inisiatif keluarga Gunadi yang menggelar acara menggunakan sistem lantaru dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati, sudah diizinkan hajatan drive thru dengan syarat prokes ketat," tutur Wihaji, Selasa (3/8/2021).

Wihaji pun menyarankan masyarakat mencontoh hajatan sistem lantaru tersebut untuk mencegah kerumunan.

Menurutnya, hajatan sistem lantaru tidak mengurangi rasa kebahagiaan dan rasa penghormatan bagi yang diundang maupun yang mengundang.

"Ini bagus dan bisa dicontoh. Hajatan drive thru bisa menjadi pilihan masyarakat yang ingin tetap menggelar acara di masa pandemi apalagi saat ini masih masa PPKM. Yang terpenting, saya tekankan, tetap prokes ketat syaratnya, dan seperlunya saja," ujarnya.

Gunadi mengatakan, dirinya mendapat inspirasi acara lantaru dari Youtube. Dalam video yang ditonton, pemilik acara dari beberapa daerah sudah menggelar acara menggunakan sistem itu.

"Jadi, ketika tamu datang mengendarai motor, keluarga saya di depan rumah hanya menyambut salam tanpa berjabat tangan, ada jarak juga saat berhenti," tuturnya.

Baca juga: Bupati Purbalingga Tunjuk Sugeng ST sebagai Plt Dirut Perumdam Tirta Perwira

Baca juga: Manfaatkan! Polda Jateng Gelar Vaksinasi Covid di Setiap Polres, Berlangsung 5-17 Agustus

Baca juga: Lihat Motor Ditinggal bersama Kunci, Pemuda Ini Gasak Motor Tetangga Kamar Kos di Krobokan Semarang

Baca juga: Syarat Vaksinasi Diperlonggar, Warga yang Tak Memiliki NIK Kini Bisa Divaksin Covid

Dikatakannya dalam hajatan khitanan anaknya, tamu yang diundang sebanyak 450 orang dengan durasi waktu hanya 4 jam.

"Waktu tamu undangan terbagi 1 jamnya untuk 100 orang. Durasi waktu interaksi tamu dengan kami hanya kurang dari 2 menit karena waktu hajatan kami batasi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved