Berita Batang
Bupati Klaim Kasus Covid di Batang Turun Sejak PPKM Darurat, dari 70 Kasus Jadi 50 Kasus Harian
Bupati Batang Wihaji mengklaim kasus Covid-19 di wilayah tersebut turun seiring PPKM darurat dan perpanjangannya.
Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Bupati Batang Wihaji mengklaim kasus Covid-19 di wilayah tersebut turun seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang kemudian diperpanjang dengan level 3 dan 4.
"Ada penurunan cukup signifikan sejak PPMM berlangsung. Meski masih fluktuatif namun angka kasus harian sudah lebih menurun," tuturnya melalui pesan singkat, Minggu (25/7/2021).
Kepala Dinkes Batang Didiet Wisnu Hardanto menambahkan, sebelum PPKM Darurat, kasus harian positif Covid-19 tercatat di kisaran angka 70-an.
Baca juga: 14 Lokasi di Batang Ini Gelap Gulita saat Pukul 20.00-06.00 WIB, Imbas Pemadaman PJU selama PPKM
Baca juga: Tambah Penghasilan di Tengah Pandemi Covid, Ibu-ibu di Kandeman Batang Kelola Bank Sampah
Baca juga: Kasus Covid Melonjak, Penjualan Minuman Rempah dan Empon-empon di Batang Meningkat
Baca juga: Sepasang Kekasih Tewas, Motor yang Dikendarai Tergelincir ke Jurang di Jalur Bawang-Dieng di Batang
Sedangkan untuk angka kematian pasien Covid-19 lebih dari 6 kasus hingga 10 kasus tiap hari.
"Di pekan terakhir PPKM darurat mulai tampak penurunan kasus harian yang signifikan meski di awal PPKM, peningkatan kasus cukup banyak," ujarnya.
Data yang dihimpun, pada pekan terakhir PPKM darurat, kasus positif Covid-19 harian di Batang ada di bawah 50 kasus, bahkan pernah hanya 11 kasus.
Sedangkan angka kematian harian pasien Covid-19, tercatat 2 orang hingga 4 orang.
"Memang, yang kami rasakan, ada penurunan kasus meski baru terlihat di pekan terakhir PPKM darurat," jelasnya.
Menurutnya, satu-satunya yang menjadi solusi saat ini adalah mempercepat vaksinasi.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan vaksinasi bersama TNI-Polri pada 2.200 warga.
"Kami memang sempat kesulitan dan kehabisan vaksin tapi kemarin, kami sudah dapat tambahan vaksin untuk 5 ribu orang," ujarnya. (*)
Baca juga: Stok Habis, Vaksinasi Dosis Dua untuk Masyarakat Umum di Kendal Terancam Tak Tepat Waktu
Baca juga: Karimunjawa Jepara Masih Ditutup untuk Wisatawan, Dampak Perpanjangan PPKM Darurat
Baca juga: Cerita Pendamping Korban Kekerasan Perempuan saat Pandemi: Visum di Ruangan yang Sama Pasien Covid
Baca juga: BLT Dana Desa Bulan Juli di Kudus Mulai Disalurkan, Sasar 21.706 Keluarga