Berita Jawa Tengah
Harga Cabai Anjlok di Kudus, Mentok Laku Jual Cuma Rp 7 Ribu
Berdasarkan hitungan, petani bisa sedikit bernapas lega ketika harga cabai dari petani laku minimal Rp 10 ribu per kilogram.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Petani cabai di Kabupaten Kudus menjerit karena harga jual hasil panennya rendah.
Per kilogram, cabai dari petani hanya laku paling tinggi Rp 7 ribu per kilogram.
Di Kabupaten Kudus sentra petani cabai berada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo.
Musim panen kali ini terdapat 50 hektare lahan yang menghasilkan cabai.
Satu di antara petani yang merasakan getah dari anjloknya harga cabai yakni Surahman.
Baca juga: Kembali Kehabisan Jatah Dosis Kedua, Warga Kudus Ini Pulang Tanpa Hasil
Baca juga: Kasus Aktif Corona Terus Menurun, Dinkes Kudus: Kuncinya Jangan Abai Protokol Kesehatan
Baca juga: Kasus Covid Menurun tapi Kudus Masih Berstatus Level 4, Begini Penjelasan Kantor Staf Presiden
Baca juga: Warga Minta Segera Divaksin Dosis Dua, RSI Sunan Kudus: Stok Terbatas Jadi Penyuntikan Molor
Rendahnya harga cabai dari petani mengakibatkan petani merugi.
Berdasarkan hitungannya, petani bisa sedikit bernapas lega ketika harga cabai dari petani laku minimal Rp 10 ribu per kilogram.
"Sekarang memprihatinkan."
"Soalnya harga cabai di bawah Rp 10 ribu."
"Ongkos obat mahal segala mahal."
"Kami ingin campur tangan dari pemerintah."
"Cabai mestinya minimal Rp 10 ribu."
"Sekarang Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu per kilogram," kata Ketua Kelompok Tani Karya Tani Kesambi itu kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (30/7/2021).
Anjloknya harga cabai ini karena distribusi hasil panen dari Kudus ke luar daerah tersendat karena dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Selain itu, saat ini sedang musim panen cabai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/cabai-kudus-2.jpg)