Berita Banyumas
Pemkab Banyumas Berharap Bunda Literasi Kecamatan Ikut Dongkrak Minat Baca Masyarakat
Bunda Literasi Kabupaten Banyumas Erna Husein, mengukuhkan 27 Bunda Literasi tingkat kecamatan di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (23/3/2021).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bunda Literasi Kabupaten Banyumas Erna Husein, mengukuhkan 27 Bunda Literasi tingkat kecamatan di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (23/3/2021).
Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi support system dalam menyukseskan peningkatan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Kabupaten Banyumas.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas Joko Wikanto mengatakan, pelantikan Bunda Literasi Kecamatan sempat tertunda mengingat adanya pandemi Covid-19.
Baca juga: Belajar Tatap Muka di Banyumas Disiapkan di 10 Sekolah, Pelaksanaannya Bertahap sesuai Kesiapan
Baca juga: Jelang PTM di Banyumas, Vaksinasi Diprioritaskan bagi 250 Guru dan Tenaga Administrasi di 5 Sekolah
Baca juga: Pemkab Banyumas Resmikan Sekolah Sungai, Warga Bisa Belajar Seluk Beluk dan Mitigasi Sungai
Baca juga: Gara-gara Listrik Mati, Warga Pandak Banyumas Serbu Pak Kades. Khawatir Tak Bisa Nonton Ikatan Cinta
Menurutnya, keberadaan Bunda Literasi kabupaten dan kecamatan sangat penting dalam mendorong minat baca masyarakat.
Mereka diharapkan bisa menjadi panutan sekaligus contoh bagi masyarakat sekitar.
Terutama, agar anak-anak gemar membaca dan bisa menghasilkan sesuatu bernilai ekonomi dari hasil bacaannya.
"Keberadaan Bunda Literasi Kabupaten dan Kecamatan sangatlah penting untuk mendongkrak budaya baca di Banyumas," kata Joko Wikanto kepada Tribunbanyumas.com.
Bunda Literasi Kabupaten dan Kecamatan juga diharapkan mampu bersinergi dengan para pegiat literasi setempat, terutama bisa melaksanakan program-program yang menunjang akan budaya baca di desa-desa.
Pengukuhan Bunda Literasi juga diharapkan mampu mempercepat budaya membaca di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, dan anak-anak.
"Kami berharap, keberadaan Bunda Literasi akan menjadi motivator bagi anak-anak kita untuk gemar membaca ke perpustakaan. Perpustakaan menjadi gudang ilmu yang memiliki berbagai catatan melalui buku yang ada," ungkapnya.
Baca juga: Wali Kota Semarang Beri Lampu Hijau Tarawih Berjemaah, Ini Syarat yang Diajukan
Baca juga: Batal Digelar di 9 SD, Kegiatan Sekolah Tatap Muka di Kudus Hanya Berlangsung di 4 SMP dan SMA
Baca juga: 4 Pejabat Diperiksa terkait Dugaan Korupsi Anggaran Kecamatan Purbalingga Rp 334 Juta
Baca juga: Tebar Ikan di Sungai Serayu, Siswa SMA Negeri 1 Sigaluh Banjarnegara Peringati Hari Air Sedunia
Erna Husein berharap, setelah dikukuhkan, Bunda Literasi tingkat kecamatan segera bergerak membentuk jejaring komunikasi dan koordinasi di wilayahnya masing-masing.
Mulai dari tingkat desa, RW, RT, hingga tingkat unit terkecil, yaitu rumah tangga dan keluarga.
Erna Husein menambahkan, keluarga sebagai salah satu unit terkecil yang ada di masyarakat dapat menjadi kunci membangun kemampuan literasi.
Peran ibu sebagai perpustakaan pertama bagi anak-anak sangat strategis dalam mendorong pengembangan kegemaran membaca terhadap anak.
Selain itu, keluarga merupakan suatu miniatur pendidikan utama dalam menstimulus pola perkembangan anak. Baik dari aspek intelektual, emosional, maupun spiritual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/erna-husein-mengukuhkan-27-bunda-literasi-tingkat-kecamatan-di-banyumas.jpg)