Breaking News:

Berita Banyumas

Pemkab Banyumas Resmikan Sekolah Sungai, Warga Bisa Belajar Seluk Beluk dan Mitigasi Sungai

Bupati Banyumas Achmad Husein meresmikan Sekolah Sungai di kompleks Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Banyumas Achmad Husein melepas ribuan ekor nila merah di Bantaran Sungai Kranji, Purwokerto, dekat Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA), Sabtu (13/3/2021) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas Achmad Husein meresmikan Sekolah Sungai di kompleks Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (13/3/2021).

Lewat Sekolah Sungai ini, masyarakat bisa belajar tentang upaya melestarikan sungai dan air.

Dalam kesempatan tersebut, Husein juga meminta masyarakat tidak membuang sampah di sungai agar airnya tetap bersih dan tidak menimbulkan banjir. Ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan.

Tempat tersebut ke depan akan benar-benar menjadi seperti namanya, yakni Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA).

Baca juga: TESDA di Sungai Kranji Purwokerto Bakal Jadi Destinasi Wisata, Dilengkapi Jalur Joging

Baca juga: Masih Ada Diskriminasi Perempuan, Organisasi Kemahasiswaan di Banyumas Tuntut Pengesahan RUU PKS

Baca juga: Menggantung, Waktu Pembukaan Bioskop di Banyumas Tak Jelas Lagi

Baca juga: Catat! Mulai 17 Maret, Bayar Perpanjangan SIM di Satpas Purwokerto Bisa Nontunai. Begini Caranya

Nanti juga akan ada rumah-rumah menghadap ke sungai yang dilengkapi lintasan joging sampai 3 kilometer.

Sehingga, masyarakat bisa melakukan jalan pagi sambil belajar tentang air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, Sekolah Sungai akan memberikan pendidikan kepada anak-anak hingga orang tua tentang masalah sungai.

Kepada anak-anak, sekolah sungai akan mengenalkan sungai dan menjaga kebersihannya demi ekosistem sungai.

Sementara, kepada orangtua, edukasi disertai penelusuran sungai untuk mencegah pembendungan alami yang mungkin terjadi sehingga bisa memicu banjir bandang.

Menurut dia, pembelajaran di Sekolah Sungai yang bersifat non-formal dilakukan dua pekan sekali. Sekolah ini dikelola kelompok masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved