Breaking News:

Penanganan Corona

Wali Kota Semarang Beri Lampu Hijau Tarawih Berjemaah, Ini Syarat yang Diajukan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberi lampu hijau pelaksanaan tarawih berjemaah saat Ramadan nanti.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberi lampu hijau pelaksanaan tarawih berjemaah saat Ramadan nanti. Namun demikian, dia mengingatkan, protokol kesehatan harus diberlakukan secara ketat.

"Silakan melakukan tarawih tapi prokes (diterapkan). Misal, kapasitas musala 100 orang ya 50 saja yang di dalam. 50 lainnya bisa buat tenda di luar," papar Hendi, sapaannya, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Polder Tawang Semarang Dilengkapi Patung Bung Karno, Punya Tinggi 17 Meter

Baca juga: Es Krim Berserakan di Jalan setelah Truk Pengangkut Terguling di KM 431+400 CA Tol Semarang

Baca juga: BUMN Buka Sentra Vaksinasi Covid di PRPP Semarang, Sasaran Awal Lansia Ber-KTP Kota Semarang

Baca juga: Tahun Ini, Dugderan di Kota Semarang Dipastikan Tanpa Arak-arakan

Hendi mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 saat Ramadan nanti. Apalagi, angka kasus corona di Kota Semarang, saat ini, sudah turun.

Berdasarkan data pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, Covid-19 aktif di Kota Semarang hingga Selasa pukul 13.00 WIB, sebanyak 286 kasus. Rinciannya, 212 kasus merupakan warga semarang dan 74 kasus merupakan warga luar kota.

"Harus sama-sama menjaga. Ini angkanya sudah turun. Kalau tidak dijaga, bisa naik lagi. Siapa yang bisa menjaga? Ya, kita semua," katanya.

Sementara itu, mengenai mudik Lebaran, Hendi menuturkan, jika sarana transoortasi umum berjalan maka orang bisa bebas berpergian kemana saja.

Hanya, dia berharap kepada masyarakat agar tidak berlebihan saat mudik. Artinya, tidak perlu membawa banyak rombongan.

"Ini hanya saran dan harapan kepada masyarakat Semarang, kalau sudah melaksanakan Ramadan dan menjelang Lebaran, mudik seperlunya saja," ujarnya.

Menurutnya, silaturahim saat Lebaran bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada, semisal melalui videocall atau aplikasi lain.

Dia mengajak masyarakat menjaga diri dan keluarga masing-masing karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. (*)

Baca juga: Batal Digelar di 9 SD, Kegiatan Sekolah Tatap Muka di Kudus Hanya Berlangsung di 4 SMP dan SMA

Baca juga: 4 Pejabat Diperiksa terkait Dugaan Korupsi Anggaran Kecamatan Purbalingga Rp 334 Juta

Baca juga: Tebar Ikan di Sungai Serayu, Siswa SMA Negeri 1 Sigaluh Banjarnegara Peringati Hari Air Sedunia

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Banyumas Disiapkan di 10 Sekolah, Pelaksanaannya Bertahap sesuai Kesiapan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved