Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Banyumas

Terindikasi Judol, Banyak Warga Banyumas Dicoret dari Daftar Penerima Bansos

Banyak warga Banyumas tak lagi menerima bansos karena terindikasi terlibat judol. Pemkab segera terapkan digitalisasi bansos agar tepat sasaran.

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
BANSOS DAN JUDOL - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banyumas Budi Suharyanto (kanan) didampingi Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Joko Siswoyo dalam Rapat Pansus 10 membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas, Jumat (29/5/2026). Budi mengungkap, banyak warga Banyumas gagal mendapat bantuan sosial karena rekening yang dimiliki terindikasi melakukan transaksi judi online. 
Ringkasan Berita:
  • Dinsos Banyumas mengungkap, banyak warga Banyumas tak lagi menerima bansos karena terindikasi melakukakn judol.
  • Pencoretan ini dilakukan Kemensos langsung setelah menerima data dari PPATK.
  • Banyumas akan menerapkan digitalisasi bansos agar penerima tepat sasaran.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banyumas mengungkap, banyak warga di Kota Satria tak menerima bantuan sosial (bansos) karena terindikasi terlibat judi online (judol).

Hal itu terungkap dalam Rapat Pansus 10 membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Komisi 4 DPRD Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Banyumas Joko Siswoyo mengatakan, indikasi ini muncul berdasarkan transaksi di rekening perbankan yang dimiliki.

Ini membuat mereka secara otomatis ke luar dari data penerima bansos.

Baca juga: Apa Itu Digitalisasi Bansos, Kabupaten Banyumas Jadi Pilot Project Nasional

Pencoretan tersebut langsung dari pusat di Kementerian Sosial (Kemensos) yang bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Langsung dari pusat, saya tidak pegang datanya, tapi di Banyumas banyak (penerima bansos dicoret karena judol, Red)," katanya kepada Tribunbanyumas.com

Joko mengatakan, penerima bansos yang bermain judol dicoret dari data sudah lama diterapkan oleh Kemensos. 

Kebijakan tersebut berlaku untuk semua daerah.

"Semua daerah sama, yang mencoret pusat. Kita di daerah hanya bagian verifikasi usulan saja," jelasnya. 

Baca juga: Akurasi Data Kemiskinan Banyumas Jadi Sorotan Rapat Pansus DPRD

Joko mengatakan, dalam rapat pansus membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, pihaknya juga mendukung agar bansos bisa diberikan tepat sasaran. 

Tetapi, pemerintah daerah memang harus mengikuti aturan dari pemerintah pusat.

"Dalam rapat, kami juga menyampaikan, kami ada rencana digitalisai bansos yang arahnya agar bansos tepat sasaran," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved