Berita Banjarnegara Hari Ini
Kisah Gadis Pelukis Wajah Asal Penusupan Banjarnegara: Kalau Meratap Sakit Terus Bisa Makin Drop
Matanya tak berpaling, kecuali pada sebuah foto di smartphone hasil rekayasa kamera, yang akan ia duplikasi dengan cara menggambarnya.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Bakatnya justru semakin terasah dan masa depannya kian terarah.
Karya-karya Rahma mulai mendapatkan apresiasi dari orang-orang terdekat.
Bahkan, ia mulai mendapatkan pesanan lukisan dari warga.
Dari situ, anak petani itu mulai membangun kemandirian.
Bukan hanya menggambar animasi, Rahma mahir melukis berbagai objek nyata semisal sketsa wajah seorang.
Kendati karyanya sudah mendapat apresiasi dari banyak orang, Rahma tetap rendah hati.
Dia merasa karyanya masih jauh dari sempurna.
“Saya ingin orang mengapresiasi karya saya, bukan karena kondisi saya yang sakit," katanya.
Ketua Gold Pencil Indonesia, Abdul Arif mengapresiasi semangat Rahma untuk berkarya.
Di tengah keterbatasannya, anak itu mampu mengembangkan bakat serta membangun kemandirian.
Rahma, menurut dia, mestinya bersyukur.
Baca juga: Tiap Kilogram Gabah Basah Cuma Laku Rp 3.500 di Blora, Sudarwanto: Wong Tani Remuk
Baca juga: Tak Usah Galau, Dinkes Kota Semarang Mengatakan, Vaksin Sinovac Juga Ampuh Tangkal Virus Corona B117
Baca juga: Harga Cabai Masih Tinggi, Cabai Setan Rp 90 Ribu di Temanggung, Pasar Kaliwungu Kendal Rp 100 Ribu
Di usianya yang masih remaja, Rahma sudah menemukan potensi diri untuk dikembangkan.
Melihat karya Rahma di media sosial, ada potensi luar biasa pada diri Rahma yang tidak dimiliki banyak orang.
Karena banyak waktunya di rumah, Rahma juga punya lebih banyak kesempatan untuk berkarya.
"Di usianya yang masih remaja, dia beruntung sudah menemukan potensi yang bisa ditekuni."
"Mungkin anak-anak seumurannya yang masih sekolah banyak yang belum bisa apa-apa, tapi dia sudah berkarya, " katanya.
Arif mengatakan, bukan mustahil karya Rahma yang tinggal di pedesaan bisa dikenal dan diapresiasi masyarakat hingga mancanegara.
Sembari terus mengasah kemampuan menggambar, Rahma bisa mengikuti berbagai kontes atau perlombaan baik di dalam negeri maupun internasional.
Dengan begitu, meski dari rumah, karyanya bisa mendunia.
Ia pun berharap Rahma tetap optimis menatap masa depannya.
Ia tak salah menekuni seni rupa.
Di situ ia tidak sekadar bisa melampiaskan hobi, namun juga membangun kemandirian ekonomi.
Terlebih di era digital saat ini, ia bisa mempromosikan dan memasarkan karya seninya melalui media internet.
"E-commerce mendukung seniman untuk bisa menjual karyanya."
"Bisa dengan industri kreatif, pasarnya internasional," katanya. (Khoirul Muzakki)
Baca juga: Pelaku Peroleh Rp 350 Ribu dari Pria Hidung Belang, Eksploitasi Anak Bawah Umur di Pemalang
Baca juga: Disdikbud Kota Tegal Mulai Siapkan Sekolah Piloting, Rencana Terapkan KBM Tatap Muka
Baca juga: Virus Corona B117 Sempat Infeksi TKI Asal Brebes, 7 Keluarga Jalani Isolasi Mandiri