Berita Banjarnegara Hari Ini

Kisah Gadis Pelukis Wajah Asal Penusupan Banjarnegara: Kalau Meratap Sakit Terus Bisa Makin Drop

Matanya tak berpaling, kecuali pada sebuah foto di smartphone hasil rekayasa kamera, yang akan ia duplikasi dengan cara menggambarnya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Eprisa Nova Rahmawati, pelukis wajah asal Desa Panusupan, Kecamatan Penawaran, Kabupaten Banjarnegara. 

Bukan hanya karyanya yang spesial, kisah hidupnya cukup menggetarkan.

Iya, sudah beberapa tahun terakhir, Rahma menderita sakit.

Badannya mulanya panas, namun entah apa sebab, kedua kakinya tiba-tiba mati rasa.

Hingga gadis itu tak mampu lagi berjalan hingga sekarang.

Dia belum juga mengetahui pasti penyakitnya apa. 

Tapi yang mengejutkan, di tengah kondisinya yang kekurangan, Rahma enggan berpangku tangan.

Dia terus mengasah kemampuan.

Hingga Rahma berhasil mengangkat bakat yang sempat ia pendam.

“Dari SD sudah suka corat-coret, tetapi SMP berhenti."

"Saya mulai menggambar lagi dua tahun terakhir ini, untuk mengisi waktu kosong di rumah," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (6/3/2021). 

Siswi MA di Karangkobar ini gemar menggambar sejak belia.

Tetapi ia sempat vakum menggambar saat duduk di bangku SMP.

Hingga ia jatuh sakit dan tak bisa berjalan seusai diterpa demam tinggi. 

Karena keterbatasannya, Rahma harus rela meninggalkan tempatnya sekolah.

Siswi berprestasi itu terpaksa melaksanakan pembelajaran di rumah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved