Breaking News:

Berita Brebes

Virus Corona B117 Sempat Infeksi TKI Asal Brebes, 7 Keluarga Jalani Isolasi Mandiri

Tak hanya A, tujuh keluarga A juga dikarantina sebagai langkah antisipasi melokalisasi kemungkinan adanya penularan virus yang telah bermutasi itu.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di kompleks kantor gubernur Jateng, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Virus corona varian baru B117 menginfeksi tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Brebes yang baru pulang dari Arab Saudi, berinisial A (47). Meski sempat menjalani isolasi di wisma atlet Jakarta dan telah dinyatakan negatif, sesampai di Brebes, A kembali menjalani isolasi mandiri.

Tak hanya A, tujuh keluarga A juga dikarantina sebagai langkah antisipasi melokalisasi kemungkinan adanya penularan virus yang telah bermutasi itu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, delapan oranga tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Mereka, saat ini, menjalani isolasi mandiri di rumah. Isolasi juga dijaga ketat," kata Ganjar dalam pernyataan tertulis, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Mutasi Virus Corona dari Inggris Sudah Masuk Indonesia, Temuan Awal Ada Dua Kasus

Baca juga: Waspadai Virus Corona Jenis Baru Masuk Jateng, Ini Instruksi Gubernur Ganjar ke Dinas Kesehatan

Baca juga: Tak Usah Galau, Dinkes Kota Semarang Mengatakan, Vaksin Sinovac Juga Ampuh Tangkal Virus Corona B117

Namun demikian, ia berharap, keluarga ini dipindahkan ke tempat isolasi terpusat.

"Syukur-syukur kalau mau, mereka nanti dipindahkan ke tempat isolasi yang terpusat. Saya juga sudah kontak dengan Sekda Brebes dan sudah diberikan laporan semuanya," ucapnya.

Gubernur meminta Satgas Covid-19 di Brebes mempercepat proses tracing dan memastikan mereka yang kontak erat langsung diisolasi.

"Untuk sementara, kami karantina yang betul-betul mereka berhubungan. Tapi, nggak perlu ditakut-takuti, yang penting dipantau, dibantu segala sesuatunya agar nyaman," ujarnya.

Saat ini, spesimen keluarga yang kontak erat telah dikirim ke Jakarta untuk dilakukan pengujian.

"Sudah dites semuanya pagi tadi dan hasilnya dikirim langsung ke Jakarta sehingga nanti kita akan menunggu hasilnya beberapa hari lagi," jelasnya.

Terlepas dari itu, Ganjar mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kedisiplinan protokol kesehatan. Sehingga, penularan dapat dicegah sembari percepatan proses vaksinasi pada lansia yang beresiko tinggi terpapar.

"Masyarakat tetap jaga protokol kesehatan dan mereka yang lansia, ada kesempatan sekarang vaksinasi segera daftar agar bisa lebih cepat mereka mendapatkan vaksinasi sehingga setidaknya itu bisa memperkuat daya tahan tubuhnya," kata dia. (*)

Baca juga: Partai Demokrat Pati Tolak KLB, Ketua DPC: Kami Setia kepada AHY

Baca juga: Mudahnya Perpanjangan SKCK di Kebumen, Cukup Kirim Foto Lewat WhatsApp, Bayarnya Cuma Rp 30 Ribu

Baca juga: Dua Juta Permen Jahe Meluncur ke Negeri Paman Sam, Produk Lokal Karanganyar Mulai Diekspor

Baca juga: Harga Cabai Masih Tinggi, Cabai Setan Rp 90 Ribu di Temanggung, Pasar Kaliwungu Kendal Rp 100 Ribu

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved