Berita Tegal Hari Ini
Disdikbud Kota Tegal Mulai Siapkan Sekolah Piloting, Rencana Terapkan KBM Tatap Muka
Disdikbud Kota Tegal sedang menyiapkan beberapa sekolah untuk dijadikan percontohan atau piloting konsep belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Disdikbud Kota Tegal sedang menyiapkan beberapa sekolah untuk dijadikan percontohan tatap muka di masa pandemi Covid-19.
Masing-masing jenjang pendidikan akan ada yang ditunjuk sebagai sekolah piloting.
Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi mengatakan, sampai saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi Covid-19 masih berlangsung secara daring.
Baca juga: Waktunya Cicipi Varian Baru Kuliner Ponggol Khas Tegal, Ketan Jadi Pengganti Nasi di Warung Bu Ani
Baca juga: Enam ASN Bakal Jalani Pemeriksaan, Kasus Dugaan Tipikor Proyek Revitalisasi Alun-alun Kota Tegal
Baca juga: Heran Wali Kota Tegal Tak Cabut Laporan di Polisi atas Wakilnya, Ganjar: Padahal Sudah Siap Pak
Baca juga: Mumpung Jalingkut Belum Diresmikan, Warga Pesisir Kota Tegal Manfaatkan Jalan Buat Jemur Rebon
Rencana untuk tatap muka akan dimulai dengan penerapan sekolah piloting.
Hal itu sekaligus merespon sebagian siswa dan orangtua yang menginginkan KBM tatap muka.
Pihaknya juga sudah mendata sekolah-sekolah yang akan diajukan ke Dinkes Kota Tegal.
"Tidak semua, pakai piloting terlebih dahulu, baik dari jenjang PAUD, TK, SD, maupun SMP."
"Sekolah piloting ini sudah kami data untuk diajukan ke Dinkes agar mendapatkan rekomendasi," kata Fahmi kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (6/3/2021).
Fahmi mengatakan, jika mendapatkan rekomendasi, maka sekolah piloting tatap muka bisa dilakukan.
Namun tetap dengan pembatasan siswa.
Dia menjelaskan, prinsipnya dalam satu kelas jumlah siswanya maksimal 50 persen.
Sisanya 50 persen lainnya belajar dari rumah.
Sementara untuk pembelajaran tatap muka bagi seluruh sekolah, menurut Fahmi, pihaknya masih mematangkan kajian.
Karena kondisi saat ini masih di masa pandemi Covid-19.
"Orangtua dan siswa juga menyadari kondisi Covid-19."