Breaking News:

Berita Jateng

34 Kabupaten/Kota di Jateng Setor Usulan UMK ke Gubernur, Hanya 10 Daerah yang Setor Satu Angka

Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya menyetor satu angka yang berarti buruh dan pengusaha sepakat besaran UMK.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kedua kiri), tengah berdiskusi dengan buruh yang tergabung dalam Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) di rumah dinas Puri Gedeh, Senin (16/11/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Hingga deadline atau batas waktu penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Tengah berakhir, yakni 21 November 2020, 34 kabupaten/kota telah menyetor angka ke gubernur. Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya menyetor satu angka yang berarti buruh dan pengusaha sepakat besaran UMK.

Sebelum angka UMK diputuskan gubernur, Dewan Pengupahan kabupaten/kota akan bermusyawarah terlebih dahulu. Putusannya diserahkan ke bupati/wali kota untuk disetor ke gubernur sebagai rekomendasi.

Rekomendasi yang diserahkan gubernur biasanya ada yang satu angka, ada yang dua angka. Baik pengusaha dan buruh memiliki dasar dan formula masing- masing.

Namun, ada beberapa daerah dimana Dewan Pengupahan yang terdiri dari pemerintah, pengusaha, dan buruh tersebut telah satu suara. Artinya, sudah menyepakati satu angka UMK.

Baca juga: Kebijakan Menaikkan UMP Dibalas Ancaman Pengusaha, Gubernur Ganjar: PHK Gimana? UMP Itu Upah Minimum

Baca juga: Angka Usulan UMK Karanganyar 2021 Belum Finish, Apindo dan Serikat Buruh Masih Saling Ngotot

Baca juga: Bupati Temanggung Usulkan ke Gubernur UMK 2021 Rp 1.885.000

Baca juga: UMK 2021 Blora Direncanakan Naik Rp 60 Ribu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, 34 kabupaten/kota di Jateng telah menyetorkan angka UMK.

"Hanya Kebumen yang belum menyetorkan hingga saat ini," kata Ganjar dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

Di sisi lain, kata dia, 10 dari 34 daerah tersebut, telah memberikan rekomendasi satu angka. Artinya, antara Apindo dan buruh sudah sepakat terkait UMK di daerah mereka.

"Maka, kami akan jadikan contoh, bagaimana pengambilan keputusan bisa bulat. Harapannya, 25 Kabupaten/Kota lain bisa mengacu," jelasnya.

Dengan batas waktu akhir pengusulan UMK yang hanya tinggal beberapa hari lagi, ia berjanji melakukan pendampingan.

Ganjar mengatakan, hampir semua kabupaten/kota mengacu formula upah seperti yang diterapkan Ganjar ketika menetapkan UMP.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved