Breaking News:

Berita Semarang

Kedapatan Tak Pakai Masker saat Kerja, Seorang ASN di Pemkot Semarang Terima Sanksi Pemotongan TPP

Ada tiga pegawai nonaparatur sipil negara (ASN) dari Setda, Bagian Rumah Tangga, dan BPKAD, serta satu ASN dari Diskominfo, terciduk tak pakai masker.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Tim gabungan Pemerintah Kota Semarang yang terdiri dari Satpol PP, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Inspektorat, dan Bagian Hukum melakukan razia protokol kesehatan di lingkungan Balai Kota Semarang, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tim gabungan Pemerintah Kota Semarang yang terdiri dari Satpol PP, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Inspektorat, serta Bagian Hukum melakukan razia protokol kesehatan di lingkungan Balai Kota Semarang, Selasa (17/11/2020).

Ada tiga pegawai nonaparatur sipil negara (ASN) dari Setda, Bagian Rumah Tangga, dan BPKAD, serta satu ASN dari Diskominfo, terciduk tidak memakai masker.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, sanksi bagi tiga non-ASN tersebut diserahkan kepada masing-masing instansi.

Sedangkan satu ASN Diskominfo yang kedapatan tak pakai masker langsung dilaporkan kepada BKPP dan Pjs Wali Kota Semarang untuk diberi sanksi sesuai peraturan yang ditetapkan, yakni pemotongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) sebesar satu persen.

"Sanksi bagi tiga non-ASN kami serahkan ke kepala masing-masing atasan. Sedangkan satu ASN, kami laporkan untuk diberi sanksi pemotongan TPP," jelas Fajar.

Baca juga: Dikira Tidur, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Rental di Jalan Veteran Kota Semarang

Baca juga: Siap-siap, Tim Yustisi Kota Semarang Bakal Masuk Perkantoran Cek Protokol Kesehatan

Baca juga: 5 Bioskop di Kota Semarang Boleh Buka Lagi di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya

Baca juga: Bantaran Sungai di Kota Semarang Ditata, Jadi Ruang Publik yang Eksotis, Contohnya di Kalisari

Razia kali ini, petugas baru menyasar lingkungan balai kota dimana ada sekitar 20 organisasi perangkat daerah (OPD).

Ke depan, kata Fajar, petugas gabungan akan melakukan inspeksi mendadak ke kantor kecamatan, kelurahan, maupun puskesmas.

Kepala BKPP Kota Semarang Litani Satyawati mengatakan, selain mengecek pemakaian masker, tim gabungan juga mengecek ketersediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, alat pengecek suhu tubuh, dan penyekat meja kerja.

"Ruangan-ruangan seharusnya dipasang pembatas. Kemarin-kemarin sangat ketat tapi akhir-akhir ini merosot, semakin diabaikan. Banyak ASN kami yang meninggal dunia karena Covid-19," papar Litani.

Litani tidak menyebutkan secara pasti berapa jumlah ASN yang meninggal dunia karena Covid-19. Namun, dilihat dari pengunguman BKPP, ucapnya, hampir setiap hari, ada ASN yang meninggal baik karena Covid-19 ataupun tidak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved