Video Call dengan Jokowi, Dokter yang Sempat Terpapar Covid-19 Ini Curhat Lonjakan Pasien
Presiden Joko Widodo berbincang dengan dr Faisal Rizal Matondang SpP, dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Presiden Joko "Jokowi" Widodo berbincang dengan dr Faisal Rizal Matondang SpP, dokter spesialis paru yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso. Perbincangan keduanya dilakukan secara daring dan disiarkan melalui channel Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (27/9/2020).
"Dokter Faisal lagi di mana? Sepertinya sedang tidak bertugas?" tanya Jokowi mengawali perbincangan dengan dr Faisal.
"Hari ini saya pertama masuk, Pak, setelah saya menjalani perawatan. Saya terkena Covid. Jadi, saya sudah menjalani perawatan segala macam," jawab Dokter Faisal.
• WHO Peringatkan 10 Negara Penyumbang 70 Persen Kasus Kematian Akibat Covid-19
• Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelanggaran Konser Dangdut Wakil Ketua DPRD Kota Tegal
• Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Akan Tutup Lagi Tempat Wisata Mulai 1 Oktober
• Pemkab Kudus Terapkan Lagi WFH setelah 1 ASN Meninggal Akibat Covid-19
Dokter Faisal sudah bersiaga menangani pasien Covid-19 semenjak awal mewabah di Indonesia. Kontak erat dengan sejumlah pasien Covid-19 selama bertugas membuatnya sempat terpapar virus penyebab pandemi di 215 negara.
Sebelumnya, dr. Faisal telah menjalani perawatan untuk memulihkan kondisinya. Setelah melalui sejumlah pemeriksaan dan dilakukan tes usap, ia dinyatakan sembuh dan dapat kembali bertugas untuk kembali menolong dan memberikan pengobatan bagi para pasien yang terinfeksi Covid-19.
"Kemarin rontgen terakhir dan sudah di-swab. Saya dinyatakan sudah boleh bertugas. Jadi hari ini saya baru hari pertama bertugas," tuturnya.
"Alhamdulillah sudah sembuh. Dokter Faisal, bagaimana penanganan Covid di RSPI Sulianti Saroso?" tanya Jokowi melanjutkan perbincangan.
Dokter spesialis paru lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan standar dari Kementerian Kesehatan. Begitu pula dengan sarana dan obat-obatan yang tersedia lengkap.
Namun, ia mengakui bahwa saat ini, pihaknya mengalami kekurangan tenaga medis oleh karena lonjakan pasien yang datang.
"Alat medis insyaallah tersedia. Tenaga mungkin masih tetap kurang. Pasien makin bertambah," ungkapnya.
Dokter Faisal juga menjelaskan mengenai kesehariannya saat merawat para pasien. Kebosanan merupakan salah satu hal utama yang dirasakan pasien saat menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit.
• Buruh Ancam Mogok Kerja Jika DPR Lanjutkan Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja
• Kapolri Ancam Copot Polisi Berpolitik Praktis di Pilkada Serentak 2020
• Kuota Pupuk Bersubsidi Ditambah Tapi Masih Langka, Ini Solusi Komisi B DPRD Jawa Tengah
• Pejabat Perikanannya Tewas di Korut, Korea Selatan Ajak Korea Utara Lakukan Penyelidikan Bersama
Untuk mengatasi hal tersebut, dirinya mengakui memberikan waktu dan atensi yang lebih bagi para pasiennya untuk berbincang dan bercanda meski merasakan keterbatasan dan sesak selama menggunakan masker dan alat pelindung diri lainnya.
"Saya biasa sama pasien-pasien sering agak lama. Di samping periksa, walaupun saya sesak karena tertutup oleh APD, saya suka bercanda-bercanda. Terakhir itu saya kasih semangat buat pasien supaya pasien tetap berpikir positif untuk dapat hasil negatif swab-nya," ucapnya.
"Saya bisa bayangkan betapa beratnya bertugas menangani Covid ini," sahut Mantan Wali Kota Solo ini.
Sang dokter pun menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap berdisiplin menerapkan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari Covid-19 di tengah masyarakat.