Breaking News:

Teror Virus Corona

WHO Peringatkan 10 Negara Penyumbang 70 Persen Kasus Kematian Akibat Covid-19

Sebanyak 10 negara dengan kasus Covid-19 parah, mendapat peringatan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: rika irawati
EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JENEWA - Sebanyak 10 negara dengan kasus Covid-19 parah, mendapat peringatan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pasalnya, mereka menyumbang 70 persen total kematian di dunia.

Kesepuluh negara itu adalah Amerika Serikat (AS), Brasil, India, Meksiko, Inggris, Italia, Peru, Perancis, Spanyol, dan Iran.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, negara-negara itu harus berbuat lebih banyak untuk menurunkan tingkat kematiannya.

Terkhusus untuk Eropa, WHO mengingatkan "banyak pekerjaan yang harus dilakukan" untuk menurunkan penambahan kasus virus corona karena kematian di kalangan lansia akan bertambah cepat.

WHO Ingatkan, Wabah dan Dampak Covid-19 Masih Lama

Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelanggaran Konser Dangdut Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Banyak Santri Mengeluh Batuk Pilek, Dinkes Banyumas Fokus Tangani Ponpes di Kelurahan Purwanegara

"Kami mulai melihat peningkatan kecil dalam kematian pada orang tua dan itu pasti akan jadi lebih," ujar Dr Mike Ryan direktur program kedaruratan WHO.

"Kami belum memulai musim flu, jadi yang kami khawatirkan adalah kemungkinan tren ini akan memburuk," lanjut kepala teknis Covid-19 WHO Dr Maria van Kerkhove dikutip dari Euronews Sabtu (26/9/2020).

Dia mengatakan, sebagian penambahan kasus ini karena negara-negara semakin baik mendeteksi kasus tetapi para pakar menyoroti peningkatan rawat inap dan perawatan intensif atau ICU.

Dr Ryan dan Dr Kerkhove sama-sama bersikeras bahwa lockdown hanya dilakukan sebagai cara terakhir.

"Apakah kita benar-benar kehabisan semua cara sehingga kembali ke lockdown sebagai solusi?" kata Dr Ryan seraya menyatakan negara-negara perlu menerapkan pengujian, pelacakan, dan social distancing untuk melawan Covid-19.

Pemkab Kudus Terapkan Lagi WFH setelah 1 ASN Meninggal Akibat Covid-19

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Akan Tutup Lagi Tempat Wisata Mulai 1 Oktober

WAWANCARA KHUSUS: Strategi dan Kebijakan Bupati Purbalingga Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi

Ia menambahkan, pelacakan kontak dan karantina berhasil di beberapa negara tapi tidak berfungsi dengan baik di negara-negara lain.

Perancis misalnya, yang mengurangi periode karantina dari 14 hari menjadi 7 hari, untuk mendorong orang-orang melakukan isolasi mandiri.

Menurut Dr Kerkhove, lockdown hanya mengulur waktu bagi negara-negara. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sumbang 70 Persen Total Kematian, 10 Negara Terparah Covid-19 Diperingatkan WHO". 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved