Breaking News:

Berita Tegal

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Akan Tutup Lagi Tempat Wisata Mulai 1 Oktober

Pemerintah Kota Tegal berencana menutup tempat publik yang berpotensi menyebabkan kerumunan massa pada, Kamis 1 Oktober 2020.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pemerintah Kota Tegal berencana menutup tempat publik yang berpotensi menyebabkan kerumunan massa pada, Kamis 1 Oktober 2020. Termasuk, tempat wisata.

Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mengatakan, kebijakan ini berlaku juga bagi sejumlah tempat wisata yang dibuka lagi setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicabut.

Kebijakan tersebut diputuskan seusai viral konser dangdut dalam acara hajatan milik Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo.

Kapolsek Tegal Selatan Dinonaktifkan, Irjen Pol Argo Yuwono: Karena Ada Pembiaran Konser Dangdut

Pasca Viral Konser Dangdut di Kota Tegal, Anggota TNI-Polri yang Berjaga Juga Jalani Tes Swab

Ini Penjelasan Langsung Wali Kota Tegal Kepada Gubernur Jateng Soal Konser Dangdut

Jumadi menambahkan, keputusan ini merupakan hasil rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Seluruh tempat publik yang disinyalir menjadi tempat kerumunan akan ditutup.

Kebijakan tersebut rencananya akan diterapkan mulai Kamis (1/10/2020).

"Termasuk pariwisata. Jadi, nanti, Pantai Pulau Kodok, Pantai Batamsari, PAI, dan Pantai Muarareja, close. Kemudian, tempat-tempat hiburan yang masih buka, juga close," kata Jumadi kepada Tribunbanyumas.com di Puskesmas Bandung, Kota Tegal, Sabtu (26/9/2020).

Jumadi mengatakan, penutupan tersebut akan berlangsung selama satu bulan selama Oktober 2020. Setelah itu, akan dievaluasi kembali oleh Forkopimda.

Jumadi mengatakan, penutupan tersebut dilakukan untuk meyakinkan publik bahwa pandemi Covid-19 bukan main-main.

Pemkab Kudus Terapkan Lagi WFH setelah 1 ASN Meninggal Akibat Covid-19

Layanan Tatap Muka Disetop, Operator Dispendukcapil Kabupaten Semarang Meninggal Karena Covid-19

127 Santri Pondok Pesantren di Karangsuci Banyumas Positif Covid-19, 296 Santri Belum Diswab

Juga, untuk mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Nanti akan kami evaluasi. Karena kesehatan dan ekonomi harus seimbang. Kami juga mencoba menyeimbangkan sesuai arahan presiden, gubernur, bagaimana kesehatan bisa seimbang. Sekarang, momentumnya untuk sama-sama menjaga," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved