Breaking News:

Berita Banyumas

127 Santri Pondok Pesantren di Karangsuci Banyumas Positif Covid-19, 296 Santri Belum Diswab

Sebanyak 127 santri di pondok pesantren di Karangsuci, Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, positif Covid-19.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Achmad Husein saat ditemui wartawan di Pendopo Sipanji Purwokerto, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sebanyak 127 santri di pondok pesantren di Karangsuci, Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, positif Covid-19. Hasil ini didapat setelah dilakukan tes swab kepada penghuni ponpes.

Jumlah ini dimungkinkan bertambah. Pasalnya, dari total 588 santri, Pemkab Banyumas baru melakukan tes usap terhadap 292 santri.

Namun, dari 292 spesimen yang dikirim, hasil yang keluar baru 203. Dari jumlah inilah diperoleh data, 127 santri dinyatakan positif sedangkan 76 santri dinyatakan negatif.

Sementara, 89 santri lainnya masih menunggu hasil swab tes.

"Total ada 588 santri. Yang belum di swab 296 santri. Jika mereka dinyatakan positif, akan dilakukan karantina. Sedangkan untuk mereka yang negatif akan dipulangkan," ujar Bupati Banyumas Achmad Husein kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (24/9/2020).

Pulihkan Ekonomi Warga Banjarnegara, Kapolda Jateng Tebar 1000 Benih Ikan Hingga Resmikan Poliklinik

Telkom Purwokerto Salurkan 1000 Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19, Banyumas Kejatah 250

23 Pegawai Kemenag Banyumas Jalani Tes Swab Seusai Satu Pegawai Meninggal Akibat Covid-19

15 Objek Wisata di Banyumas Dicanangkan sebagai Tempat Wisata Siaga Candi

Menurut Husein, Mereka yang sudah dinyatakan positif Covid-19 diisolasi di gedung Diklat Baturraden. Sementara yang negatif, juga telah dipulangkan.

Bupati Banyumas belum memberikan keterangan lanjutan atas berita penambahan kasus positif Covid-19 dari klaster pondok pesantren itu.

Sebelumnya, penambahan kasus Covid-19 di Banyumas disumbang dari klaster perkantoran. Termasuk, dua pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Perumahan dan Permukiman Banyumas yang membuat bupati kembali menerapkan work from home (WFH) kepada ASN.

Balita 3 Tahun Asal Kepil Wonosobo Meninggal sebagai Suspek Covid-19

Cerita Siswa MTs Pakis Banyumas Belajar Daring: Cari Sinyal di Atas Bukit, Gantian Ponsel saat Ujian

Takut Ketahuan Istri, Dukun di Boyolali Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Adik Ipar

Terprovokasi, Warga Keroyok dan Lempari Batu Petugas Medis saat Pemakaman Pasien Suspec Covid-19

Kini, penyebaran virus corona jenis baru itu telah merambah ponpes.

Menurut bupati, tambahan konfirmasi positif setiap hari menjadi suatu hal yang biasa dan munculnya klaster-klaster baru ditanggapi sebagai sesuatu yang lumrah.

"Namun demikian, masyarakat perlu tetap siaga dengan tetap melihat realita yang ada," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved