Iran Vs Israel dan Amerika
Iran Ultimatum AS: Terima Proposal Damai 14 Poin atau Hadapi Keruntuhan Diplomatik
Iran beri peringatan keras kepada AS untuk menerima proposal damai 14 poin atau hadapi kehancuran diplomasi dan guncangan ekonomi global
Ringkasan Berita:
- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kian memuncak. Teheran mendesak Washington untuk menerima proposal damai terbaru atau bersiap menghadapi keruntuhan diplomatik.
- Pernyataan ini menyusul peringatan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa gencatan senjata dalam perang Timur Tengah saat ini berada di ambang kehancuran.
- Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa tidak ada jalan lain bagi Washington selain mengakui hak-hak rakyat Iran dalam proposal 14 poin
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Pemerintah Iran melayangkan ultimatum keras kepada Amerika Serikat (AS) untuk segera menerima proposal damai 14 poin atau bersiap menghadapi "keruntuhan demi keruntuhan" diplomasi.
Peringatan ini muncul di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump yang menyebut gencatan senjata dalam perang Timur Tengah saat ini berada di ambang kegagalan total.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Washington tidak memiliki pilihan lain selain mengakui hak-hak rakyat Iran. Ia menilai sikap menunda-nunda yang diambil AS hanya akan memberikan beban finansial yang besar bagi rakyat Amerika sendiri.
"Semakin lama mereka menunda, semakin besar biaya yang harus dibayar oleh pembayar pajak Amerika. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak meyakinkan," tegas Ghalibaf melalui unggahan di media sosial X, Selasa (12/5/2026).
Tuntutan Teheran dan Reaksi Donald Trump
Eskalasi ketegangan Iran dan Amerika Serikat ini berakar dari perang yang pecah sejak 28 Februari lalu. Meski AS sempat mengirimkan draf perdamaian, Kementerian Luar Negeri Iran merespons dengan tuntutan yang lebih luas.
Teheran mendesak penghentian perang di semua lini—termasuk Lebanon—serta pencabutan blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran dan pencairan aset negara yang dibekukan.
Baca juga: Internal Gedung Putih Bingung: Trump Hentikan Project Freedom Hanya Beberapa Jam Usai Diluncurkan
Namun, Presiden Donald Trump bereaksi sengit dengan menyebut tuntutan tersebut tidak masuk akal. Trump justru menyatakan keyakinannya bahwa AS akan meraih kemenangan mutlak dan memperingatkan bahwa stabilitas kawasan kini berada di ujung tanduk.
Di tengah kebuntuan negosiasi proposal damai Iran tersebut, situasi militer kian memanas. Garda Revolusi Iran dilaporkan telah memulai latihan tempur besar-besaran di Teheran sebagai bentuk kesiapan menghadapi musuh.
"Jika AS tidak tunduk pada tuntutan sah bangsa Iran di arena diplomasi, mereka harus bersiap menghadapi pengulangan kekalahan di medan perang militer," ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik.
Ancaman Krisis Energi di Selat Hormuz
Dampak konflik ini tidak hanya mengguncang stabilitas politik, tetapi juga memicu krisis energi global yang masif. Langkah Iran yang membatasi lalu lintas maritim di Selat Hormuz serta rencana penerapan tarif tol bagi kapal melintas telah meroketkan harga minyak dunia.
Pihak Saudi Aramco menyebut situasi ini sebagai guncangan pasokan energi terbesar dalam sejarah.
Baca juga: Rahasia Terungkap: UEA Diam-diam Lancarkan Serangan Militer Langsung ke Kilang Minyak Iran
Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, memperingatkan Teheran agar tidak menjadikan jalur pelayaran internasional tersebut sebagai senjata politik untuk menekan negara-negara Teluk.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan di Teheran dan Washington, mengingat kegagalan diplomasi dalam ketegangan Iran dan Amerika Serikat ini dapat berdampak fatal bagi ekonomi ratusan juta penduduk dunia. (danur/kps)
| Digadang Suporter Jadi Pelatih Striker, Beto Goncalves Masuk Daftar Pemain Dipanggil Persekabpas |
|
|---|
| Emosi Tak Bisa Menyalip, Pengendara Mobil Pukul Pemotor di Lemah Abang Semarang |
|
|---|
| Banyumas Job Fair 2026 Digelar 3-4 Juni, Target Ada 60 Perusahaan Tawarkan Ribuan Lowongan Kerja |
|
|---|
| Detik-detik Truk Terguling di Tanjakan Silayur Semarang, Sopir: Melorot saat Oper ke Gigi Satu |
|
|---|
| Tukang Parkir Pasar Pon Banyumas Naik Haji: Sucipto Jual Tanah dan Menabung Sejak 2012 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260411-iran-vs-as.jpg)