Kamis, 7 Mei 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Buka Data Mengerikan Konflik Iran: Sanders Tuding Trump dan Netanyahu Dalang Krisis Kemanusiaan

Senator Bernie Sanders tuntut hentikan perang Trump-Netanyahu. Data mengungkap 3.375 warga Iran tewas & ribuan lainnya luka akibat eskalasi militer

Tayang:
Editor: Rustam Aji
FOTO DOK. LAMA 2020: (AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Sarah Silbiger)
BIANG KEROK KRISIS KEMANUSIAAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 
Ringkasan Berita:
  • Senator Amerika Serikat (AS) Bernie Sanders melontarkan kritik tajam terhadap Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.  
  • Sanders menuding kedua pemimpin tersebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berlarut-larutnya konflik mematikan di Timur Tengah.
  • "Cukup sudah perang tanpa akhir dari Trump dan Netanyahu," tulis Sanders dalam unggahannya di X, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Selasa (5/5/2026).

TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON DC – Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, melontarkan kritik keras terhadap Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Sanders menuding ambisi kedua pemimpin tersebut sebagai pemicu utama berlarutnya konflik mematikan di Timur Tengah yang telah menelan ribuan korban jiwa sipil dan militer.

Melalui pernyataan resminya di platform X pada Selasa (5/5/2026), politisi senior ini mendesak penghentian segera konfrontasi bersenjata yang kian meluas.

"Cukup sudah perang tanpa akhir dari Trump dan Netanyahu," tegas Sanders, menanggapi situasi kawasan yang semakin tidak terkendali sejak serangan gabungan AS-Israel pada Februari lalu.

Statistik Berdarah: Iran Paling Terdampak

Dalam upayanya menggugah kesadaran publik, Sanders memaparkan data statistik korban yang sangat kontras dari berbagai wilayah konflik. Iran tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling fatal dalam eskalasi ini.

Baca juga: AS Tiba-tiba Klaim ‘Operation Epic Fury’ Rampung, Luncurkan Operasi Baru di Selat Hormuz

Berikut adalah rincian data korban jiwa dan luka yang dibagikan Sanders:

  • Iran: 3.375 tewas, 26.500+ luka-luka.
  • Lebanon: 2.702 tewas, 8.311 luka-luka.
  • Negara Teluk: 28 tewas, 289+ terluka.
  • Israel: 26 tewas, 7.791 luka-luka.
  • Amerika Serikat: 13 tentara gugur, 381 anggota militer luka-luka.

Gagalnya Upaya Diplomasi

Ketegangan di kawasan ini berakar dari serangan udara Israel dan AS ke Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu aksi balasan Teheran dan kelumpuhan jalur logistik global di Selat Hormuz. 

Meski Pakistan sempat berhasil memediasi gencatan senjata pada 8 April di Islamabad, perundingan tersebut gagal mencapai kesepakatan jangka panjang.

Situasi justru kian rumit setelah Presiden Trump memutuskan untuk memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran sejak 13 April.

Langkah ini diambil di tengah masa "gencatan senjata tanpa batas waktu" yang sebelumnya diumumkan Trump, sebuah kontradiksi kebijakan yang dianggap Sanders justru memperkeruh stabilitas keamanan internasional.

Baca juga: Lawan Sanksi AS, China Perintahkan Perusahaan Domestik Tetap Impor Minyak Iran

Blokade Strategis yang Mematikan

Blokade laut yang menargetkan jalur pelairan strategis Iran tersebut kini menjadi titik api baru. 

Para pengamat menilai tindakan ini bukan hanya melumpuhkan ekonomi Iran, tetapi juga menciptakan risiko gesekan militer langsung yang bisa memicu perang terbuka lebih luas di kawasan Teluk, mengabaikan seruan gencatan senjata yang sempat disepakati. (danur/kps)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved