Berita Internasional
Gedung Putih Mencekam: Penembakan Pecah Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Gedung Putih AS sempat lockdown usai penembakan di dekat National Mall, Senin (4/5). Pelaku dilumpuhkan Secret Service
Ringkasan Berita:
- Gedung Putih Amerika Serikat (AS) lockdown sementara setelah terjadi penembakan di dekatnya pada Senin (4/5/2026) waktu setempat. Insiden tepatnya terjadi di dekat National Mall, pusat Ibu Kota Washington DC, yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata.
- Penembakan berlangsung sesaat setelah konvoi kendaraan yang membawa Wakil Presiden AS JD Vance melintasi area tersebut.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON DC – Kompleks Gedung Putih Amerika Serikat sempat diberlakukan status lockdown sementara setelah insiden penembakan pecah di kawasan National Mall, Senin (4/5/2026) waktu setempat.
Ketegangan meningkat lantaran letusan senjata api terjadi sesaat setelah konvoi kendaraan Wakil Presiden AS, JD Vance, melintasi area tersebut.
Aparat keamanan dari Secret Service (Dinas Rahasia) bergerak cepat melumpuhkan tersangka di lokasi kejadian. Insiden ini menambah daftar panjang ancaman keamanan terhadap pejabat tinggi negara di Ibu Kota AS dalam beberapa pekan terakhir.
Kronologi Aksi Kejar-kejaran
Wakil Direktur Secret Service, Matthew Quinn, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat petugas mengidentifikasi seorang pria mencurigakan yang membawa senjata api di pusat kota.
Saat hendak didekati untuk pemeriksaan, pria tersebut justru mencoba melarikan diri.
Baca juga: Siasat Trump Hindari Izin Kongres: Klaim Perang Iran Berakhir demi Lewati Batas Waktu 60 Hari
"Pria itu kabur dengan berjalan kaki setelah didekati petugas. Ia kemudian mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan," ujar Quinn dalam konferensi pers yang dikutip dari AFP.
Merespons ancaman mematikan tersebut, agen Secret Service membalas tembakan dan berhasil mengenai tersangka. Pria bersenjata itu langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi yang belum diverifikasi lebih lanjut. Selain tersangka, seorang remaja yang berada di lokasi dilaporkan mengalami luka ringan.
Wapres JD Vance dalam Pantauan
Meskipun penembakan meletus tak lama setelah rombongan Wakil Presiden melintas, pihak berwenang belum menyimpulkan bahwa JD Vance adalah target utama serangan tersebut. Quinn menegaskan bahwa penyelidikan masih di tahap awal untuk menentukan motif pelaku.
"Kecil kemungkinan (Wapres) menjadi target, namun saya tidak ingin berspekulasi apakah ini ditujukan kepada Presiden atau tidak. Kami akan mendalaminya," tambah Quinn saat ditanya mengenai keterkaitan insiden ini dengan rentetan ancaman terhadap Presiden Donald Trump.
Baca juga: Persijap Jepara Terjun Bebas ke Posisi 14 Usai Dibungkam Persija, Dikudeta oleh PSM Makassar
Eskalasi Ancaman Keamanan di Ibu Kota
Peristiwa di National Mall ini terjadi hanya berselang satu minggu setelah insiden serupa melanda Washington. Sebelumnya, seorang pria bernama Cole Allen (31) ditangkap karena berupaya menerobos pengamanan hotel tempat Presiden Trump menghadiri sebuah acara.
Allen kini telah resmi didakwa atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap presiden.
Hingga berita ini diturunkan, pengamanan di sekitar Gedung Putih dan objek vital di Washington DC telah diperketat secara signifikan guna mengantisipasi gangguan keamanan susulan. (aditya/kps)
| Persijap Jepara Terjun Bebas ke Posisi 14 Usai Dibungkam Persija, Dikudeta oleh PSM Makassar |
|
|---|
| Waspada Contraflow Pantura Kendal, Dua Kecelakaan Maut Tewaskan Warga Semarang dan Weleri |
|
|---|
| Persijap Dipermalukan Persija di Kandang, Kalah 0-2 |
|
|---|
| Prabowo Berdarah Banyumas, Sadewo Siapkan Strategi Sundul Anggaran Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/penembakan.jpg)