Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banyumas

Prabowo Berdarah Banyumas, Sadewo Siapkan Strategi Sundul Anggaran Pusat

akar historis Presiden Prabowo dengan Banyumas menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki banyak daerah lain. 

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
BANYUMAS DAN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto saat berbincang dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono usai meninjau Tempat Pengolahan Akhir (TPA) BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/4/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO Kedekatan emosional Presiden Prabowo Subianto dengan Banyumas dapat menjadi peluang strategis yang bisa "dijual" oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas untuk mempercepat pembangunan daerah.


Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Soedirman, Ahmad Sabiq, menyebut momentum ini sebagai kesempatan langka yang harus dimanfaatkan melalui pendekatan "diplomasi kultural".


Menurutnya, akar historis Presiden Prabowo dengan Banyumas menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki banyak daerah lain. 


Kakek Presiden, R.M. Margono Djojohadikusumo, merupakan tokoh penting asal Banyumas yang dikenal sebagai pendiri BNI sekaligus pelopor koperasi Indonesia.


Hingga kini, makam keluarga Djojohadikusumo masih terawat di Dawuhan, Kecamatan Banyumas, menjadi simbol kuat keterikatan historis tersebut.


"Presiden berkali-kali membanggakan 'darah Banyumas'-nya dalam berbagai forum. 


Dalam kacamata politik, ini adalah modal diplomasi kultural yang sangat bernilai," ujar Sabiq.


Namun demikian, ia mengingatkan kedekatan emosional saja tidak cukup untuk menarik perhatian pemerintah pusat, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.


Pemkab Banyumas, kata dia, harus mampu mengemas pendekatan tersebut secara elegan dan rasional. 


Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain revitalisasi kawasan makam Dawuhan yang terintegrasi dengan desa wisata, hingga pengusulan pembangunan pusat pendidikan atau lembaga koperasi yang mengusung nama besar Margono Djojohadikusumo.


Banyumas juga didorong menawarkan diri sebagai lokasi uji coba program nasional agar mendapat prioritas perhatian dari pemerintah pusat.


"Upaya "nyundul" anggaran tidak akan berhasil apabila program yang diajukan tidak selaras dengan prioritas pusat. 


Narasi kebanggaan lokal harus dibarengi kesiapan teknis yang matang," tegasnya.


Ia menambahkan, sinkronisasi dengan visi “Asta Cita” milik Presiden menjadi kunci utama agar usulan daerah dapat diterima.

Langkah Pemkab

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved