Teror Virus Corona

Penjelasan MUI Tentang Surat Edaran Imbauan Penolakan Rapid Test Dengan Kop MUI

Beredar imbauan penolakan rapid test dari MUI di tengah masyarakat saat pandemi virus corona.

Editor: Rival Almanaf
((ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya))
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Beredar imbauan penolakan rapid test dari MUI di tengah masyarakat saat pandemi virus corona.

Mengkonfirmasi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Zaitun Rasmin mengatakan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menolak rapid test Covid-19.

Zaitun memastikan imbauan penolakan rapid test yang telah beredar dan mengatasnamakan MUI tersebut adalah hoaks.

"Itu jelas hoaks," kata Zaitun kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Enam Pasar di Kabupaten Pekalongan Ini Akan Digelar Rapid Test Virus Corona Massal

Kapal Yacht Asal Australia Dibegal Saat Melintasi Perairan Lampung

Dirayu Minum Obat Kuat yang Ternyata Racun, Seorang Pria Tewas di Tangan Wanita Simpanan

Update Virus Corona Jateng: Total Jumlah Kasus Masih Tempatkan Jateng di Posisi 5 Besar Nasional

Menurut Zaitun, MUI tidak mungkin menolak tes terkait Covid-19.

Sebab, pelaksanaan tes Covid-19 telah sesuai dengan ilmu pengetahuan.

"Tidak mungkin MUI menolak tes untuk pandemi corona, di mana hal itu sesuai dengan ilmu pengetahuan, sementara Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan," ujar dia.

Sebaliknya, sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, MUI telah menerbitkan delapan fatwa yang terkait dengan wabah virus corona.

Fatwa tersebut mulai dari ibadah saat situasi wabah, soal mengurus jenazah Covid-19, hingga fatwa soal shalat Idul Fitri 1441 Hijriah.

Gelombang Tinggi Air Laut, 7 Kecamatan di Cilacap Dilanda Banjir

Bawa Kabur Gadis Selama 1 Bulan, Pemuda Asal Nusawungu Cilacap Ditangkap Polres Kebumen

200 Mahasiswa Luar Kota Masih Bertahan di Lingkungan Undip, Rekan-rekannya Buat Kampanye #BantuMakan

Sore Nanti Matahari Akan Berada Tepat di Atas Kabah, Begini Cara Menyempurnakan Kiblat

Untuk itu, Zaitun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang simpang siur.

"Diharapkan masyarakat tidak mudah percaya dengan info atau isu atau berita-berita bombastis dan sensasional," kata dia.

Sebelumnya, beredar informasi bohong yang mengatasnamakan MUI mengenai imbauan agar masyarakat tidak melakukan rapid test Covid-19.

Menurut informasi hoaks yang beredar itu, rapid test merupakan modus PKI untuk para tokoh agama Islam. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "MUI Pastikan Imbauan Penolakan Rapid Test Covid-19 adalah Hoaks", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved