Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Regional

Kapal Yacht Asal Australia Dibegal Saat Melintasi Perairan Lampung

Namun ternyata provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera itu tidak hanya dikenal dengan aksi begal di daratan, namun juga di lautan.

Tayang:
Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Pemilik kapal yacht asal Australia mendapatkan bantuan dari polisi, Selasa (26/5/2020). Kapal itu dibegal di perairan Kuala Teladas. (FOTO: Dok. Polda Lampung)(KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA ) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Selama ini Lampung dikenal dengan banyaknya aksi pembegalan.

Namun ternyata provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera itu tidak hanya dikenal dengan aksi begal di daratan, namun juga di lautan.

Baru-baru ini sebuah kapal jenis yacht yang berlayar dari Australia dibegal saat melintas di perairan perbatasan Lampung dengan Sumatera Selatan.

Kapal yacht dengan nama lambung Hoopla itu diamankan Tim Polairud Polda Lampung, Basarnas Lampung dan Polres Tulang Bawang di perairan Kuala Teladas, pada Selasa (26/5/2020) siang.

Dirayu Minum Obat Kuat yang Ternyata Racun, Seorang Pria Tewas di Tangan Wanita Simpanan

Update Virus Corona Jateng: Total Jumlah Kasus Masih Tempatkan Jateng di Posisi 5 Besar Nasional

Gelombang Tinggi Air Laut, 7 Kecamatan di Cilacap Dilanda Banjir

Bawa Kabur Gadis Selama 1 Bulan, Pemuda Asal Nusawungu Cilacap Ditangkap Polres Kebumen

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, kapal itu mengalami tindakan pencurian dengan kekerasan.

"Diduga terjadi di perairan perbatasan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan Tulang Bawang, perairan Kuala Teladas," kata Pandra saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Berdasarkan keterangan pemilik kapal, Tadeusz Novysky (70), peristiwa itu berawal saat korban berlayar dari Australia menuju Jakarta pada 22 Mei 2020.

Warga Australia tersebut bermaksud menjual kapal yacht berukuran kecil itu di Jakarta.

"Dalam perjalanan, korban singgah di Batam," kata Pandra.

Kemudian, dari Batam korban meneruskan berlayar menuju Jakarta menyusuri pantai timur Sumatera.

Pada 24 Mei 2020, diduga kapal korban dihadang kawanan begal di Perairan Kuala Teladas.

Beberapa peralatan kapal layar itu digondol kawanan begal, sehingga kapal mengalami kendala.

Kapal itu lalu menyusuri Perairan Kuala Teladas dengan kemudi manual dan mengalami kehabisan bahan bakar minyak (BBM).

"Korban sempat memencet sinyal EPIRB atau Emergency Positioning Indicating Record Beacon," kata Pandra.

200 Mahasiswa Luar Kota Masih Bertahan di Lingkungan Undip, Rekan-rekannya Buat Kampanye #BantuMakan

Sore Nanti Matahari Akan Berada Tepat di Atas Kabah, Begini Cara Menyempurnakan Kiblat

Gelombang Pasang Terjang Tenda Warung di Pinggir Pantai Setrojenar Kebumen

Kapolri Mutasi Oknum Polisi yang Mengamuk Karena Ditegur Tidak Mengenakan Masker

Pandra mengatakan, sebenarnya EPIRB adalah alat yang diperuntukkan untuk masalah besar seperti kapal karam, tenggelam dan lainnnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved