Jumat, 24 April 2026

Berita Cilacap

Gelombang Tinggi Air Laut, 7 Kecamatan di Cilacap Dilanda Banjir

Kepala BPBD Cilacap Tri Komara mengatakan terdapat rujuh kecamatan di Kabupaten Cilacap yang dilanda banjir.

Istimewa
Rumah warga di Cilacap yang tergenang banjir rob.(IST). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kepala BPBD Cilacap Tri Komara mengatakan terdapat rujuh kecamatan di Kabupaten Cilacap yang dilanda banjir.

Banjir tersebut, kata dia, disebabkan gelombang tinggi air laut karena musim pancaroba.

Tri Komara mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendata tingkat kerusakan dan kerugian yang dialami warga. Sehingga selanjutnya bisa mengirim bantuan.

Bawa Kabur Gadis Selama 1 Bulan, Pemuda Asal Nusawungu Cilacap Ditangkap Polres Kebumen

200 Mahasiswa Luar Kota Masih Bertahan di Lingkungan Undip, Rekan-rekannya Buat Kampanye #BantuMakan

Sore Nanti Matahari Akan Berada Tepat di Atas Kabah, Begini Cara Menyempurnakan Kiblat

Gelombang Pasang Terjang Tenda Warung di Pinggir Pantai Setrojenar Kebumen

Tujuh kecamatan yang terkena banjir itu, di antaranya Kecamaran Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Kampung Laut, Kecamatan Adipala, Kecamatan Nusawungu, Kecamatan Kawunganten.

Dari tujuh kecamatan tersebut, tutur Tri, terdapat 3.750 bangunan seperti rumah, kantor kecamatan, dan sekolah yang terendam.

Selain itu juga, terdapat pesawahan dan tambak milik warga yang ikut terendam.

"Kami akan melakukan operasi tanggap darurar dan koordinasi bersama relawan dan dinasi terkair untuk penanganan darurat," katanya saat ditemui Tribunbanyumas.com di kantornya, Selasa, (26/5/2020).

Kapolri Mutasi Oknum Polisi yang Mengamuk Karena Ditegur Tidak Mengenakan Masker

Sadar Bahayanya Bagi Penerbangan, Warga Serahkan 87 Balon Udara ke Polisi

Viral Warga Usir Pendatang Dengan Mercon Bumbung Begini Kata Ketua RT

Sekolah Akan Terus Diliburkan Hingga Vaksin Virus Corona Ditemukan, Begitulah Kebijakan Filipina

Selain itu, gelombang tinggi ini juga rawan menjebol tanggul penahan rob.

Tiga titik tanggul penahan rob di Pantai Kamulyan sudah jebol. Warga sekitar bergotong-royong membuat tanggul darurat.

Tri Komara meminta warga sekitar pantai tetap waspada, karena gelombang tinggi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.(yun).

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved