Berita Kriminal
Perawat Korban yang Ditampar Satpam Mulai Buka Suara, Diancam Hendak Dibunuh
Hidayatul Munawaroh (30), perawat di Klinik Pratama Dwi Puspita Semarang, yang menjadi korban penamparan, mulai buka suara.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
Budi meminta maaf karena melakukan perbuatan itu.
Dia sangat menyesal atas perbuatannya itu.
"Saya cuma menggetok wajah perawat itu, bukan melakukan penganiayaan," terang penjaga malam di sebuah SD di Semarang ini.
Akibat perbuatan Budi, Polrestabes Semarang menangkapnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Asep Mauludin menuturkan, pelaku ditangkap di rumahnya, Sabtu (11/4/2020) sekira pukul 20.15.
"Motif tersangka melakukan pemukulan lantaran emosi selepas diingatkan perawat di klinik tersebut," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (12/4/2020).
Dikatakan AKBP Asep, tersangka mendatangi klinik tersebut dengan tujuan untuk berobat.
Namun berhubung tersangka tidak mengenakan masker oleh seorang perawat disarankan memakai masker.
Tersangka marah tidak menerima yang dilampiaskan dengan pemukulan.
"Setelah penganiyaan tersebut korban mengaku pusing dan mual. Korban juga sudah memeriksakan diri ke dokter," bebernya.
Dalam melakukan aksinya, lanjut AKBP Asep, tersangka dalam kondisi sadar tidak terpengaruh miras atau obat-obatan.
"Tersangka sehari-hari bekerja sebagai penjaga malam (satpam) di SD swasta di Kota Semarang," tandasnya.
Ditambahkan, akibat tersangka melakukan penganiayaan dijerat Pasal 351 ayat 1 dan Pasal 335 KUHP. (Iwan Arifianto)
• UPDATE Minggu 12 April, Pasien Positif Corona Tembus 4.241 Kasus
• Lupakan Persaingan Layanan Digital, Apple dan Google Siapkan Sistem Lacak Virus Corona
• Edaran Baru Disdikbud Kendal, Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 26 April
• Bupati Banyumas Yakini Tak Ada Lagi Insiden Penolakan Jenazah Pasien Covid-19