Berita Nasional

Istri Wiji Thukul Dimakamkan di Solo. Hingga Akhir Hayat, Sipon Setia Menunggu Kepulangan Thukul

Adik Wiji Thukul, Wahyu Susilo mengungkapkan, sepanjang hayat, Sipon selalu menunggu kepulangan Wiji Thukul yang diduga dipaksa hilang.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Muhammad Sholekan
Potret istri aktivis dan penyair Wiji Thukul, Dyah Sujirah atau Sipon, di rumah duka di Kampung Kalangan, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jumat (6/1/2023). 

Wahyu juga menyebut, kiprah kakak iparnya itu saat menjadi inisiator dari keluarga orang hilang untuk mencari kepastian dengan aktif di Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI).

"Dia (Sipon) lah yang juga mendorong Komnas HAM untuk kemudian menerbitkan sertifikat korban pelanggaran HAM," jelasnya.

Terutama, lanjut Wahyu, untuk orang-orang yang hilang karena banyak orang.

Dia mencontohkan, Fajar atau Wani dulu kesulitan mengurus dokumen karena ketidakjelasan nasib orang tuanya, nasib ayahnya.

"Mbak Pon memperjuangkan adanya sertifikat atau surat keterangan korban pelanggaran HAM itu dikeluarkan Komnas HAM itu jadi preseden untuk korban-korban lain. Nah, ini lah yang membuktikan Mbak Pon itu sendiri adalah pejuang HAM," tandasnya.

Sipon meninggal dunia di Solo, Kamis (5/1/2023). Sipon dimakamkan di Astana Purwoloyo Solo, Jumat. (*)

Baca juga: Jembatan Kaca Tinjomoyo Rampung Dibangun, Siap Jadi Destinasi Wisata Baru Kota Semarang

Baca juga: Gelar Jumat Curhat di Desa Sirau, Kapolres Purbalingga Terima Aduan Soal SIM hingga Longsor

Baca juga: Bertemu Menaker 2,5 Jam, Perwakilan Serikat Buruh Bahas 4 Poin Perppu Cipta Kerja yang Jadi Polemik

Baca juga: Warga Karimunjawa Antusias Sambut KRI Makassar 590: Senang Lihat Kapal Perang, Lega Dapat BBM

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved