Breaking News:

Lebaran 2021

Baru Buka Tiga Hari, Posko Pengaduan THR Kemenaker Terima 194 Laporan. Menaker Janji Tindaklanjuti

Baru dibuka tiga hari, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima 194 laporan terkait pembayaran THR.

Kompas.com/Ari Himawan
Menaker Ida Fauziyah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Baru dibuka tiga hari, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima 194 laporan terkait pembayaran THR.

Laporan itu masuk selama periode 20 hingga 23 April 2021.

Dari total laporan tersebut, 119 merupakan konsultasi THR dan 75 pengaduan THR.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pun memastikan, laporan yang masuk segera ditindaklanjuti.

"Setiap ada laporan yang masuk ke posko melalui PTSA, call center maupun secara online, pasti segera kami tindaklanjuti. Kami juga berkoordinasi dengan dinas-dinas tenaga kerja untuk mempercepat penanganan laporan THR," kata Ida dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (25/4/2021).

Baca juga: Pemberian THR Karyawan di Pemalang, Disnaker: Perusahaan Boleh Nyicil Hingga Akhir Tahun

Baca juga: SE Menaker Soal THR Dinilai Lemah, Perwakilan Buruh di Jateng Khawatir Perusahaan Mangkir Bayar THR

Baca juga: Empat Posko Aduan THR Lebaran Mulai Difungsikan, Begini Cara Mudah Pekerja Mengadu di Karanganyar

Baca juga: Menaker Ingatkan Pengusaha Bayar THR Tak Dicicil, Paling Lambat H-7 Lebaran

Menurut dia, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh tim penanganan dari Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) serta Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker.

Lebih lanjut, Ida bilang, setiap manajemen perusahaan ataupun masyarakat umum yang membutuhkan informasi, konsultasi, atau punya masalah terkait THR bisa langsung datang ke PTSA dengan menerapkan protokol kesehatan atau melalui pengaduan online bantuan.kemnaker.go.id dan call center 1500 630.

"Yang pasti, setiap laporan yang masuk langsung kami tindaklanjuti," tegas Ida.

Adapun, Posko THR Keagamaan 2021 tidak hanya dibentuk di pusat tetapi juga di daerah baik di tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota.

Pendirian Posko THR di pusat dan daerah ini dilakukan agar pelaksanaan koordinasi menjadi lebih efektif.

Ia berharap, Posko THR 2021 dapat berjalan dengan tertib dan efektif dalam memberikan pelayanan sesuai mekanisme dan ketentuan perundangan, serta menjadi solusi yang diharapkan dapat memuaskan para pihak, yaitu pekerja/buruh dan pengusaha.

Baca juga: Kepala BIN Daerah Papua Gugur, Jadi Korban Penembakan KKB

Baca juga: Belum Diminta Putar Balik, Pengemudi Luar Daerah di Cemoro Kandang Karanganyar Harus Swab Antigen

Baca juga: Ada Kasus Covid-19 di Lingkungan Sekolah, DPRD Jateng Minta Pemprov Evaluasi PTM

Baca juga: Resep Es Cendol untuk Menu Buka Puasa Sore Ini, Gunakan Paduan Dua Tepung

Posko THR 2021 ini juga melibatkan Tim Pemantau dari unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) dan dari unsur Organisasi Pengusaha yang duduk dalam keanggotaan Dewan Pengupahan Nasional.

Tim pemantau ini bertugas memantau jalannya Posko THR 2021, sekaligus memberikan saran dan masukan kepada Tim Posko mengenai pelaksanaan tugas Posko THR 2021. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Posko THR Kemnaker telah terima 194 laporan dalam tiga hari.

Editor: rika irawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved