Berita Jawa Tengah

Pemberian THR Karyawan di Pemalang, Disnaker: Perusahaan Boleh Nyicil Hingga Akhir Tahun

Meski THR bisa diberikan secara bertahap, menurutnya, dasarnya adalah kesepakatan antara karyawan dan pengusaha. 

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Papan nama informasi tentang posko pengaduan THR di kantor Disnaker Kabupaten Pemalang, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Disnaker Kabupaten Pemalang meminta para pengusaha untuk bisa tertib membayarkan THR kepada para pekerja sesuai aturan yang berlaku. 

Selain itu, pemenuhan hak karyawan atas THR juga ditetapkan H-7 Lebaran 2021. 

Hal itu sesuai edaran Kemnaker bernomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang pelaksanaan pembayaran THR keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan. 

Dijelaskan Andrian Taufik, Kasi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja, Disnaker Kabupaten Pemalang, edaran tersebut juga sudah dilayangkan ke seluruh perusahaan. 

Baca juga: Inilah Khomar, Pembuat Serum Ular Cobra Asal Bojongbata Pemalang, Hasil Racikannya Buat Pengobatan

Baca juga: Pemalang Peringkat Keempat, Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak di Jateng, Ada Sekira 209 Ribu Jiwa

Baca juga: Pemalang Kini Punya Ajibpol, Air Mineral Kemasan Produk PDAM Tirta Mulia

Baca juga: Warga Menyebutnya Tugu Mobil, Penanda Zona Black Spot di Ampelgading Pemalang

"Sudah kami edarkan ke semua perusahaan yang ada di Kabupaten Pemalang," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (20/4/2021).

Sesuai data, terdapat 415 perusahaan yang terdaftar.

Ratusan perusahaan itu terdiri dari 37 perusahaan besar, 69 perusahaan sedang, 166 perusahaan kecil, serta 138 perusahaan mikro.

THR wajib dibayarkan."

"Jika perusahaan tidak mampu membayar secara penuh, maka bisa diberikan secara bertahap," paparnya. 

Meski bisa diberikan secara bertahap, menurutnya, dasarnya adalah kesepakatan antara karyawan dan pengusaha. 

"Perusahaan yang sedang mengalami kendala kondisi keuangan, bisa membayarkan THR secara dicicil."

"Dan itu dilakukan sejak menerima edaran Kemenaker sampai akhir Desember 2021," ucapnya. 

Namun, dipaparkan Andrian, jika tidak membayarkan THR, perusahaan itu akan mendapat teguran. 

"Tak hanya teguran, perusahaan juga bisa dicabut izin operasionalnya, hingga penutupan perusahaan," terangnya. 

Ditambahkannya, tahun lalu, hampir semua perusahaan di Pemalang membayarkan THR ke pekerja. 

"Prosentasenya mencapai 90 persen atau masuk dalam kategori full."

"Sementara yang dibayarkan dengan cara dicicil sebanyak 10 persen."

"Harapannya tahun ini bisa full seperti tahun sebelumnya,” tambahnya. (Budi Susanto)

Baca juga: Awas, Ada Sanksi bagi ASN di Kendal yang Nekat Mudik Lebaran ke Luar Wilayah Aglomerasi

Baca juga: Satgas Desa Hingga Tingkat RT Wajib Data Pemudik, Masuk Kendal Wajib Sertakan Bukti Tes Antigen

Baca juga: Dinkes Kota Semarang Buka Layanan Vaksinasi Covid Sistem Drive Thru, Ini Syarat dan Cara Menerimanya

Baca juga: 9 Anak Terciduk saat Akan Tawuran di Tembalang Semarang, Bawa Batu dan Sabuk Berujung Besi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved