Berita Jawa Tengah

Pemalang Peringkat Keempat, Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak di Jateng, Ada Sekira 209 Ribu Jiwa

Jika dilihat pada 2019, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pemalang juga mengalami peningkatan sekira 8 ribu jiwa dibanding 2020.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Sejumlah pengguna jalan melintas di gerbang Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Kabupaten Pemalang masuk jajaran daerah dengan angka kemiskinan tinggi di Jawa Tengah.

Dari catatan pada Sabtu (17/4/2021), prosentase jumlah warga miskin di Pemalang di angka sekira 16,02 persen, atau 209 ribu jiwa pada 2020. 

Dengan jumlah tersebut, Kabupaten Pemalang masuk daftar empat kabupaten/kota di Jawa Tengah kategori miskin.

Baca juga: Pemalang Kini Punya Ajibpol, Air Mineral Kemasan Produk PDAM Tirta Mulia

Baca juga: Warga Menyebutnya Tugu Mobil, Penanda Zona Black Spot di Ampelgading Pemalang

Baca juga: Guru Honorer Jadi Penadah Ayam Curian di Ulujami Pemalang, Tergiur Laba Besar Jelang Lebaran

Baca juga: Ikon Baru Kabupaten Pemalang, Tugu Gerobak Nasi Goreng Keliling di Desa Jrakah, Begini Ceritanya

Tertinggi di Kabupaten Kebumen dengan prosentase 17,59 persen penduduk kategori miskin. 

Dari pendataan BPBS Jateng pada 2020, selain Kebumen, Wonosobo menempati posisi kedua dengan prosentase penduduk miskin 17,36 persen. 

Posisi ketiga dengan prosentase penduduk miskin terbesar ada di Kabupaten Brebes dengan 17,03 persen, lalu posisi keempat Kabupaten Pemalang di angka 16,02 persen. 

Jika dilihat pada 2019, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pemalang juga mengalami peningkatan sekira 8 ribu jiwa dibanding 2020.

Menyoal tingginya angka kemiskinan itu, Dinsos Kabupaten Pemalang terus melakukan pendataan. 

Diterangkan Supadi, Kabid Sosial Dinsos Kabupaten Pemalang, upaya menekan angka kemiskinan terus dilakukan, tak terkecuali lewat pendataan untuk penerima bantuan. 

"Kami juga menyalurkan bantuan dari Kemensos."

"Bantuan juga ditingkatkan jumlahnya di tengah pandemi Covid-19," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (17/4/2021). 

Dilanjutkannya, pandemi Covid-19 menyebabkan angka kemiskinan bertambah. 

"Bahkan data terus bergerak, catatan kami sampai sekarang, penerima BPNT di Pemalang mencapai 140 ribu."

"Dan masih terus dilakukan pendataan."

"Untuk BST ada sekira 30 ribu jiwa," katanya. 

Ia menambahkan, data tersebut akan terus bergerak dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda di Pemalang dan berbagai wilayah di Indonesia. 

"Untuk pendataan dari Kemensos, lewat Data Terpadu Kesehatan Sosial ( DTKS) yang sudah disahkan baru-baru ini."

"Angka kemiskinan di Pemalang mencapai 183 ribu orang," tambahnya. (Budi Susanto)

Baca juga: Rekonstruksi Kasus Pembacokan dan Pembunuhan di Kebumen, Kedua Tersangka Peragakan 27 Adegan

Baca juga: Kedua Tersangka Sudah Jual 30 Surat Bebas Covid-19, Harga Rp 200 Ribu, Sasar Sopir Truk di Cilacap

Baca juga: Mengintip Sejarah Masjid Tertua di Banyumas, Warga Menyebutnya Saka Tunggal, Dibangun 1288 Masehi

Baca juga: Begini Suasana Pasar Takjil di Taman Makam Pahlawan Purwokerto, Bupati: Asal Mereka Patuh Prokes

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved