Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Guru Honorer Jadi Penadah Ayam Curian di Ulujami Pemalang, Tergiur Laba Besar Jelang Lebaran

Tindakan Y tercium jajaran Polres Pemalang, yang berujung pada diringkusnya Y, yang sehari-hari memberi ilmu ke pelajar SD itu. 

TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Y seorang guru honorer asal Kecamatan Ulujami Pemalang, bersama tersangka pencurian ayam, saat ditangkap jajaran Polres Pemalang, Rabu (14/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Di tengah melonjaknya harga daging ayam saat Ramadan, seorang guru honorer asal Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, jadi penadah ayam curian. 

Tak tanggung-tanggung, ia telah menampung ayam hasil curian sebanyak 366 ekor, atau setara 5,5 kuintal. 

Pria berinisial Y (28) tersebut, menjalankan aksinya bersama dua pelaku lainnya. 

Baca juga: Nilai Ekspor Godorukem Capai Rp 132 Miliar, Kontribusi Terbesar Sepanjang 2020 di Pemalang

Baca juga: Ikon Baru Kabupaten Pemalang, Tugu Gerobak Nasi Goreng Keliling di Desa Jrakah, Begini Ceritanya

Baca juga: Terpeleset saat Cuci Kaki di Tepi Sungai Comal Pemalang, Seorang Pelajar Hilang Tenggelam

Baca juga: Gurih Pedas Pecak Belutnya Bikin Keringat Ngalir Terus, Silakan Mampir di Warung Bu Niti Pemalang

Y membeli ayam hasil curian dengan harga murah, untuk kembali dijual dengan harga pasaran. 

Tindakan Y pun tercium jajaran Polres Pemalang, yang berujung pada diringkusnya Y, yang sehari-hari memberi ilmu ke pelajar SD itu. 

Diterangkan Kanit Reskrim Polsek Ulujami, Bripka Arie Wibowo, ratusan ayam hasil tindak kejahatan itu, dari peternak di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami. 

"Y bekerja sama dengan penjaga peternakan, serta satu rekannya yang masih diburu petugas," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (14/4/2021).

Bripka Arie menuturkan, ayam tersebut diangkut menggunakan mobil bak terbuka, dibantu penjaga peternakan, dan satu tersangka lainnya. 

"Yang kami tangkap adalah Y beserta penjaga peternakan."

"Satu tersangka lainnya kabur, yang kini masih dalam pengejaran petugas," terangnya.

Bripka Arie mengatakan, Y menjual ayam hasil curian seharga Rp 24 ribu perkilogram, sesuai harga pasaran. 

"Namun ia membeli ayam curian itu Rp 15 ribu perkilogram, karena sudah ada kesepakatan dengan tersangka lainnya, dan tergiur laba besar," imbuhnya.

Ditambahkannya, atas perbuatannya, penjaga peternakan dijerat Pasal 362 KUHP atau 372 KUHP jo Pasal 64 tentang Pencurian. 

"Sementara Y sebagai penadah, juga akan menjalani proses hukum dengan tindak pidana pertolongan jahat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 KUHP," tambahnya. (Budi Susanto)

Baca juga: Atap Gunungan Roboh di Pasar Manis Purwokerto, Hujan Disertai Angin Kencang di Banyumas

Baca juga: Tak Perlu ke PN Purwokerto, Warga Banyumas Bisa Urus Keterangan Bebas Pidana di Desa Lewat Eraterang

Baca juga: Buron Kelima Tahanan Kabur Polres Purbalingga Tertangkap, Dibekuk di Daerah Karawang

Baca juga: Tidak Ada Penindakan! Ini Bentuk Operasi Keselamatan Polres Purbalingga Hingga 25 April 2021

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved